Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, secara resmi mengonfirmasi pada Selasa, 5 Mei 2026, bahwa fase ofensif militer terhadap Iran, yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury, telah berakhir.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Rubio menyatakan bahwa tahap penyerangan telah selesai karena tujuan operasional—terutama penghancuran infrastruktur angkatan udara, angkatan laut, dan kemampuan rudal Iran—telah tercapai.
Berikut adalah poin-poin utama terkait berakhirnya operasi tersebut:
Transisi ke Operasi Defensif: Meski fase ofensif berakhir, AS kini beralih ke operasi yang disebut Project Freedom. Misi ini bersifat defensif dan bertujuan untuk membuka kembali Selat Hormuz guna mengawal kapal komersial yang terdampar.
Status Gencatan Senjata: Rubio dan pejabat pertahanan AS lainnya menegaskan bahwa gencatan senjata yang dimulai sejak 8 April 2026 masih berlaku, meskipun ada serangkaian serangan terbatas dari pihak Iran di wilayah selat baru-baru ini.
Fokus Diplomatik: Rubio menekankan bahwa Presiden Donald Trump kini lebih memilih jalur negosiasi untuk mencapai kesepakatan permanen terkait program nuklir Iran dan keamanan pelayaran internasional.
Peringatan Keras: Meskipun operasi dinyatakan selesai, Rubio memperingatkan bahwa AS tidak akan ragu untuk melanjutkan serangan jika Iran kembali menargetkan personel atau aset Amerika.






