Ormas Terkaya di Dunia, Tapi Ketumnya Sangat Sederhana

Mengelola AUM (Aset Under Management) 450 Triliun, menjadi salah satu ormas terkaya di dunia, tapi dalam keseluruhan perilakunya bersahaja.

Disaat kualitas ilmu, pencapaian kesuksesan diukur dengan kemewahan, dan jenengan menunjukan sebaliknya; tidak selalu dan bisa tidak begitu. Kerja nyata, dan pencapaian akademik tidak selalu harus disimbolkan fasilitas mewah atau iring-iringan yang ramai disetiap kunjungan.

Bapak bisa menggunakan fasilitas Lux, pengawalan yang ketat, bahkan punya banyak alasan mendorong persyarikatan membeli privat jet dengan alasan demi mempercepat mobilitas pengelolaan amal sosial persyarikatan yang tersebar dimana-mana.

Atau demi menjaga marwah persyarikatan jenengan pakai fasilitas-fasilitas super mewah. Jenengan tidak demikian. Jenengan memilih sebaliknya.

Prof Dr Haidar Nasir jenengan teladan saya dalam kebersahajaan dan dalam kerja-kerja kongkrit untuk umat.

AUM 450 Triliun itu mendekati kekayaan sultan Brunei Darusalam, 525 Triliun. Bisa dibayangkan bisa hidup semewah apa beliau Pak Haidar Nasir, kalau mau.

Semoga Bapak panjang umur sehat dan selalu menjadi oase buat saya dan orang-orang yang seperti saya.

(Ahmad Tsauri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 komentar

  1. Saya salut, tapi itu hanya bermanfaat langsung pada pribadi beliau, saya berharap ada action nyata dg kekayaan luar biasa GURU²/nakes di AUM seluruh Indonesia gajinya layak, minimal sesuai UMK daerah tsb.

  2. AUM : Amal Usaha Muhammadiyah, yakni
    1. Pendidikan : PSUD, SD, SLTP, SLTA, PTM, dll
    2. Kesehatan : RS PKU, Klinik, dll
    3. Sosial : Panti, Ponpes, dll.
    ditambah Badan Usaha Milik Muhammadiyah (Perseroan Terbatas) yg agregat bisnisnya sdh setara konglomerat.