Pengusaha Perempuan Terkaya di Mekkah, Pemilik Bisnis Perdagangan Lintas Negara

Pengusaha Perempuan Terkaya di Mekkah
Pemilik bisnis perdagangan lintas negara.

Bernama

KHADIJAH BINTI KHUWAILID.

Bayangkan hidup di Mekkah abad ke-6, 1400 tahun lalu. Tidak ada bank, tidak ada perusahaan, tidak ada sistem logistik modern

Tapi perdagangan internasional sudah berjalan. Kafilah membawa barang dari Yaman ke Mekkah ke Syam (Suriah).

Dan salah satu pemilik kafilah dagang terbesar di kota itu adalah seorang perempuan. Beliau adalah Khadijah binti Khuwailid.

Khadijah bukan pedagang kecil, beliau pemilik modal besar yang menjalankan bisnis perdagangan antarnegara.

Model bisnisnya bahkan sangat modern, sebagai pemilik modal (shahibul maal)

Orang lain melakukan perdagangan. Keuntungan dibagi. Kita menyebutnya SYIRKAH

Khadijah membangun sistem, kepercayaan dan team. Mempercayakan bisnisnya pada orang-orang terbaik. Salah satunya Nabi Muhammad SAW.

Yang Khadijah cari partner yang pintar dan jujur. Bisnis bisa tumbuh karena skill, dan bertahan karena integritas.

Dalam catatan sejarah seperti, catatan Sirah Ibnu Ishaq, Ibnu Hisyam, Al-Tabari.
Khadijah dikenal sebagai pedagang besar yang menjalankan sistem bagi hasil (mudharabah).

Dan yang paling bikin kagum skala bisnisnya disebut menyamai seluruh pedagang Quraisy.

Hal yang jarang banget diceritain….

Ketika Nabi Muhammad menerima wahyu pertama, Islam mengalami tekanan besar
Banyak Muslim kehilangan pekerjaan, banyak yang diusir. Dan yang menopang perjuangan itu selama bertahun-tahun adalah kekayaan Khadijah. Bisnisnya menjadi penopang ekonomi dakwah.

Ini yang sering kita lupa….

Khadijah bukan hanya istri Nabi. Beliau adalah investor, pemilik bisnis, pengelola modal besar, perempuan paling berpengaruh secara ekonomi di Mekkah 1400 tahun lalu.

Sekarang coba kita lihat tahun 2026.

Banyak perempuan hari ini, takut mulai bisnis, takut melangkah, pola pikir perempuan tidak harus jadi apa-apa. Merasa tidak cukup pintar soal uang, ragu mengelola investasi.

Padahal sejarah Islam menunjukkan salah satu tokoh ekonomi terkuat adalah seorang perempuan.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari khadijah

  1. Perempuan tidak harus menunggu peluang karena Perempuan bisa menciptakan peluang, la membangun jaringan perdagangan di dunia yang bahkan belum ramah terhadap perempuan pengusaha.
  2. Khadijah mengajarkan bangun kekuatan ekonomi. Karena perempuan yang kuat secara finansial bisa melindungi keluarga, masyarakat, bahkan sejarah. Dan itu sudah dibuktikan oleh Khadijah 1400 tahun yang lalu.

Khadijah mewarisi kekayaan suaminya (sebelum Rasulullah) yang juga pedagang besar. Sejak awal Khadijah telah memiliki modal ilmu berdagang dan warisan kekayaan besar dari ayah dan suaminya.

Namun beliau tetap menjaga marwah sebagai wanita terhormat Arab di masa itu dengan tidak terjun langsung berdagang seperti para pria pada umumnya.

Melainkan mempekerjakan orang lain (laki-laki). Menjaga komunikasi dengan pria dengan cara memiliki orang kepercayaan sebagai perantara. Salah satunya bernama Maisarah (ini laki-laki ya).

So beliau tidak perlu banyak terekspos oleh publik. Ini menunjukkan bagaimana beliau menjaga fitrahnya sebagai wanita terhormat. Sesuai ajaran Islam.

(Ifah Nurfaedah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *