Insiden FlyDubai dan PERANG TABUK

Pesawat Flydubai dengan nomor penerbangan FZ1073 rute Dubai (UEA) menuju Tel Aviv (Israel) melakukan pendaratan darurat di Bandara Tabuk, Arab Saudi, pada Rabu, 30 September 2026.

Dikabarkan kopilot warga Oman berusaha menabrakan pesawat setelah dia melukai pilot, pesawat sempat menukik tajam, namun beberapa penumpang masuk ke kokpit dan berhasil mencegah tindakan kopilot.

Seluruh penumpang yang berjumlah sekitar 150 hingga 174 orang (sebagian besar warga negara Israel) dinyatakan aman dan selamat. Setelah transit selama beberapa jam di Tabuk, pihak Flydubai mengirimkan pesawat pengganti untuk menerbangkan mereka dan telah mendarat dengan selamat di Tel Aviv pada Rabu malam.

Tabuk memiliki arti dan peristiwa yang sangat bersejarah di masa Rasulullah ﷺ yakni PERANG TABUK.

Perang Tabuk (Ghazwah al-Usrah) adalah ekspedisi militer terbesar dan terakhir yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW pada Rajab tahun 9 Hijriah (Oktober 630 Masehi) di wilayah Tabuk (perbatasan antara Jazirah Arab dan Syam) untuk menghadapi ancaman pasukan Imperium Romawi Timur (Bizantium) pimpinan Kaisar Heraklius.

Peristiwa ini memiliki catatan sejarah yang unik karena pasukan Islam harus menempuh perjalanan sangat jauh di tengah masa paceklik dan cuaca panas. Berikut adalah rincian lengkap mengenai latar belakang, persiapan, hingga akhir dari Perang Tabuk.

Latar Belakang Perang Tabuk

  • Ancaman Militer Romawi: Kaisar Heraklius menyiapkan puluhan ribu prajurit di wilayah perbatasan Syam untuk meredam kekuatan Islam yang terus membesar pasca Penaklukan Makkah.
  • Balas Dendam Peristiwa Mu’tah: Adanya ketegangan lanjutan dari Perang Mu’tah serta terbunuhnya utusan Rasulullah SAW, yaitu Al-Harits bin Umair Al-Azdiy, oleh penguasa Ghassan sebagai sekutu Romawi.
  • Langkah Preventif: Nabi Muhammad SAW memutuskan untuk memimpin pasukan bergerak langsung ke perbatasan musuh guna menunjukkan kekuatan dan mencegah serangan mendadak ke Madinah.

Kondisi Sulit dan Persiapan

  • Musim Panas Ekstrim: Perang ini dinamakan Ghazwah al-Usrah (Perang Kesulitan) karena terjadi pada puncak musim panas yang sangat terik, masa paceklik, serta minimnya persediaan air dan kendaraan.
  • Jarak Tempuh: Jarak perjalanan dari Madinah ke Tabuk mencapai sekitar 630 hingga 700 kilometer melintasi gurun pasir yang tandus.
  • Jumlah Pasukan: Kaum muslimin mengerahkan sekitar 30.000 prajurit, jumlah terbesar yang pernah dikumpulkan di bawah kepemimpinan Nabi SAW.
  • Donasi Para Sahabat: Para sahabat berlomba mendonasikan harta mereka untuk perbekalan, seperti Utsman bin Affan yang menyumbang ratusan unta dan dinar emas, Abu Bakar Ash-Shiddiq menyerahkan seluruh hartanya, serta Umar bin Khattab memberikan setengah hartanya.
  • Pemimpin di Madinah: Nabi SAW menunjuk Ali bin Abi Thalib untuk memimpin dan menjaga kota Madinah selama beliau berangkat berperang.

Hasil dan Akhir Perang Tabuk

  • Tanpa Pertempuran Fisik: Setibanya di Tabuk, pasukan Romawi dan sekutunya menjadi gentar dan terpencar mundur setelah mendengar kedatangan pasukan besar Islam yang dipimpin Nabi SAW.
  • Perjanjian Damai dan Jizyah: Nabi Muhammad SAW menetap selama sekitar 20 hari di Tabuk. Beliau menjalin hubungan diplomatik dan perjanjian damai dengan para penguasa lokal di sekitar wilayah tersebut yang bersedia membayar jizyah (upeti).
  • Mukjizat Perjalanan: Terdapat sejumlah kejadian luar biasa atau mukjizat yang terjadi selama perjalanan, termasuk keberkahan pada mata air Tabuk yang mengembalikan semangat para pasukan.

Hikmah Perang Tabuk

  • Ujian Keimanan Sejati: Menjadi pembeda yang jelas antara ketulusan iman para sahabat dengan sikap pengecut atau pengkhianatan dari orang-orang munafik yang tidak ikut serta.
  • Kemenangan Tanpa Darah: Memperkokoh wibawa politik dan militer kaum muslimin di mata bangsa Arab maupun Imperium Romawi tanpa terjadi kontak senjata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. maka jadilah bani saud jadi penyelamat yahudi….
    dijawab mereka kan sipil….
    dijawab kembali …masa lupa yahudi membunuh rakyat sipil di gaza ribuan ….dan jgn lupa sipil yahudi sipil bersenjata….

    kini…ketahuan siap pelindung yahudi sebenarnya..

  2. Artikel ini menarik karena menghubungkan insiden penerbangan di Tabuk dengan latar sejarah Perang Tabuk. Bagian sejarahnya memberikan konteks tambahan tentang pentingnya wilayah tersebut dalam sejarah Islam, terutama mengenai perjalanan panjang dan kondisi sulit yang dihadapi pada masa itu.