Jurnalis investigasi asal Prancis, Romain Molina, baru saja merilis laporan investigasi mendalam berjudul “The Argentine Soccer Mafia” yang membongkar skandal besar di dalam Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) serta tuduhan keterlibatan FIFA dalam menutup-nutupi kasus tersebut.
Investigasi ini menjadi sangat sensitif karena mencuat di tengah bergulirnya turnamen Piala Dunia 2026. Berikut adalah poin-poin utama dari skandal yang dibongkar oleh Molina:
1. Pengalihan Dana Piala Dunia 2022 (€42 Juta)
Molina menuduh bahwa hanya 9 hari sebelum Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, petinggi AFA secara diam-diam mengalihkan hak komersial global eksklusif (termasuk kontrak TV dan sponsor) kepada perusahaan cangkang di Miami bernama TourProdEnter.
- Perusahaan ini baru berdiri selama 3,5 bulan.
- Didirikan oleh seorang produser teater asal Argentina dan istrinya yang sama sekali tidak memiliki rekam jejak di dunia sepak bola.
- Mengambil komisi 30% dari setiap dolar yang masuk.
- Lebih dari €42 juta (sekitar $45 juta) dana hadiah dari FIFA dialirkan langsung ke rekening mereka. Dana tersebut kemudian dipecah melalui bank-bank besar AS (Bank of America, Citibank, JP Morgan) ke beberapa perusahaan cangkang atas nama individu biasa di Bariloche, Argentina, yang mendadak kaya dan melakukan operasi plastik.
2. Penutupan Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Bawah Umur
Laporan ini juga membongkar sisi gelap yang jauh lebih mengerikan, yaitu adanya dugaan penutupan kasus kekerasan seksual dan pelecehan terhadap pemain muda (anak-anak di bawah umur) di lingkungan akademi sepak bola Argentina. Menurut laporan tersebut, petinggi asosiasi menggunakan kekuasaan dan uang untuk membungkam para korban agar reputasi sepak bola negara tersebut tidak hancur.
3. Perlindungan Sistemis oleh FIFA
Molina menuding FIFA secara aktif melindungi AFA dari konsekuensi hukum dan penyelidikan yudisial selama bertahun-tahun. Hubungan politik dan bisnis yang kuat disinyalir membuat badan sepak bola dunia tersebut memilih menutup mata demi menjaga nilai komersial dan stabilitas politik dari sang juara bertahan dunia.
4. Yurisdiksi Hukum Amerika Serikat (FBI)
Meskipun ada upaya penutupan kasus, para petinggi AFA dilaporkan tetap menggunakan entitas perbankan Amerika Serikat untuk memindahkan uang haram tersebut pasca-skandal FIFAGate 2015. Hal ini otomatis membuat aliran dana tersebut masuk ke dalam yurisdiksi hukum federal Amerika Serikat (FBI), yang berpotensi memicu penyelidikan kriminal internasional berskala besar.







skandal aliran dana soros juga patut diwaspadai jangan sampai teriak2 yahudi tp malah nerima dukungan itu yg repot
apaan sih lu
apasi drun
@?.. melenceng jau k tenggara..!!
☝🏻🤭✌🏻😁
FIFA standar janda : rusia nyerang ukrania di hukum.
isra hell genosida, bunuh kiper palestina adem2 aje..
ayo mikirrr…
standar janda betultu perang sm iran tp iran gadilarang giliran rusia malah dilarang
eh, BEGO,,,
Rusia tu posisinya sama spt Amerika, mereka nyerang negara lain.
Sementara Iran itu posisinya spt Ukraina, mereka hanya membalas serangan.
GOBLOK lu…
L.O.L