SEKOLAH SUPER BOROS

Tahun ini sekolah rakyat selesai 183, satu sekolah memakan biaya sebesar 200 Miliar. Jadi anggaran untuk 183 sekolah rakyat kurang lebih Rp 36,6 Triliun.

Kalau tahun ini Kemensos hanya bisa menyerap 44.000 siswa artinya biaya persiswa Rp 818 Juta. Biaya yang sangat tinggi. Kenapa saya hitung per siswa, karena sekolah rakyat ini kalau ganti rezim tidak mungkin dilanjutkan, sebab biaya besar dan sekolah serupa sudah banyak.

Biaya operasional per tahun satu sekolah minimal 24,5 M. Setahun butuh biaya sekitar 4.48 Triliun. Itu baru biaya 183 sekolah rakyat. Menurut eks Meneku, Purbaya Prabowo ingin membangun 7000 sekolah rakyat, belum termasuk sekolah Garuda, Sekolah terintegrasi dan URI (Universitas Republik Indonesia).

Semua program Prabowo boros dan tidak punya kalkulasi matang, jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Selama APBN bertumpu dari pajak rakyat, dan bukan dari hasil kekayaan alam, dividen BUMN, seharusnya Presiden bisa lebih efisien.

Untuk sekolah rakyat bisa dibuat dengan sepersepuluh anggaran, misal 1 sekolah 20 Miliar, atau kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan swasta yang sudah ada, atau mengoprimalkan fungsi sekolah negeri yang sudah ada.

Intinya, kalau Prabowo terus lanjut, arah negara bakal amburadul. Dia tidak punya planing, asal muncul gagasan langsung dijalankan.

(✍️Ahmad Tsauri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. kok diitung perkepala, matematikamu perlu dikoreksi dan logikamu perlu diperiksa, dan yg ga kalah penting hatimu dan keimananmu perlu muhasabah diri, dihitung ga biaya bangun sekolahnya, digitung ga gaji gurunya, gurunya digaji layak, dihitung ga biaya mutusin kemiskinannya dg membiayai keluarga miskin ybs