Saya sedang berjalan di salah satu jalan di Gaza ketika saya terkejut melihat seorang pria tua melantunkan azan di depan pintu rumahnya

Saya sedang berjalan di salah satu jalan di Gaza ketika saya terkejut melihat seorang pria tua melantunkan azan di depan pintu rumahnya yang sederhana. Saya menduga pasti ada ruang salat atau masjid di dekatnya. Ketika saya mendekatinya, dia berkata, “Ini rumah saya. Saya melantunkan azan di depan pintunya setiap salat.” Saya bertanya kepadanya, “Mengapa Anda melakukan itu?”

Dia menjawab, “Saya adalah muazin di Masjid Yarmouk di jantung Gaza selama lebih dari 40 tahun. Kemudian perang datang, dan mereka membom masjid itu. Ketika perang berakhir, saya tidak bisa hidup tanpa azan. Azan mengalir dalam darah dan nadi saya. Beginilah saya setiap salat; saya berdiri di depan pintu dan melantunkan azan, berharap dapat meredakan kerinduan yang membara di hati saya!”

*Kondisi Masjid Yarmouk Gaza sebelum dan setelah dibom Zionis pada 9 Oktober 2023

Saya bertanya kepadanya, “Bagaimana perasaan Anda ketika mendengar berita tentang masjid Anda yang dibom?” Ia terdiam sejenak, lalu matanya berkaca-kaca, ia berkata, “Demi Allah, rasanya seperti jiwaku meninggalkan tubuhku, atau lebih buruk lagi. Hatiku sangat terikat padanya. Demi Allah, aku berharap rumahku yang dibom, bukan masjid yang dirusak!”

Kemudian aku teringat hadits Nabi Muhammad (saw) tentang (7 golongan yang dinaungi di akhirat) salah satunya seorang pria yang hatinya terikat pada masjid, seolah-olah Nabi (saw) sedang merujuk kepadanya!

Kami memohon kepada Allah agar memberinya umur panjang dalam ketaatan kepada-Nya, memberinya kesehatan dan kesejahteraan, dan memberinya kesabaran dalam hatinya karena terpisah dari masjidnya!

*Demikian penuturan Syekh Jihad Hils, seorang Ulama di Gaza, di chanel Telegramnya hari ini (26/3/2026)

Link: https://t.me/jhelles/1393

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar