Mamdani: Mesir “dirampok” saat melawan Argentina

Walikota New York City (NYC), Zohran Mamdani, memicu kehebohan publik setelah menyatakan bahwa tim nasional Mesir “dirampok” saat kalah secara kontroversial dari Argentina di Piala Dunia.

Pernyataan ini disampaikan di tengah panasnya perdebatan mengenai keputusan wasit dan sistem VAR pada laga krusial tersebut.

Konteks Pernyataan Walikota

  • Acara Transportasi Umum: Klip video yang viral di media sosial menunjukkan Mayor Zohran Mamdani (8/7/2026) sedang berbicara dalam konferensi pers untuk program percepatan jalur bus NYC bertajuk “Next Stop: Fast Buses, Better Service”.
  • Pernyataan Viral: Saat menjelaskan keuntungan efisiensi waktu dari proyek bus tersebut, Mamdani berujar, “Dengan ekstra enam menit yang dihemat, saya kemungkinan akan menggunakannya untuk menonton siaran ulang Mesir ‘dirampok’ kemarin. Anda tahu, kita harus protes ke VAR.”.
  • Kaitan Emosional: Sang Walikota, yang merupakan mantan pemain sepak bola amatir, diketahui sempat tinggal di Kairo pada tahun 2013 dan kerap menunjukkan ketertarikannya pada tim sepak bola Mesir.

Kontroversi Pertandingan Mesir vs Argentina

Pernyataan Walikota NYC ini mencerminkan rasa frustrasi luar biasa dari skuad Mesir setelah kekalahan dramatis 3-2 mereka di babak 16 besar Piala Dunia. Beberapa titik balik pertandingan yang memicu kemarahan meliputi:

  • Gol Mesir Dianulir: Gol penting dari penyerang Mesir, Mostafa Ziko, dianulir oleh VAR akibat pelanggaran yang dinilai terjadi jauh sebelum proses gol. [1, 2]
  • Abaikan Klaim Penalti: Skuad Mesir memprotes keras wasit asal Prancis, Francois Letexier, karena mengabaikan pelanggaran di kotak penalti Argentina sesaat sebelum Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan di masa injury time. [1, 2, 3]
  • Tuduhan Pengaturan Skor: Pasca-laga, pemain dan pelatih Mesir, Hossam Hassan, secara terbuka menuduh adanya bias dari ofisial pertandingan demi meloloskan Argentina dan menjaga Lionel Messi tetap berada di turnamen. [, 2]

Reaksi Publik

Komentar spontan Mamdani membelah opini publik di media sosial. Para pendukung timnas Mesir dan penonton netral memuji keberaniannya dalam menyuarakan ketidakadilan performa wasit. Di sisi lain, para pendukung Argentina serta sebagian warga New York mengkritik sang walikota dan memintanya untuk tetap fokus pada isu politik lokal ketimbang mencampuri hasil pertandingan sepak bola.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. mesir gausa jd sok korban kaupun pakai cara yg sama menggugurkan iran yaitu dg dirampok gol detik2 akhir tp iran legowo ga ngamuk2, lebih ke emosi gagal menang di 15 menit akhir padahal udh unggul 2-0