Oleh: Erizeli Jely Bandaro
Keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis tidak lagi mudah dianggap sebagai insiden dapur. Ketika korban mencapai puluhan ribu menurut berbagai pendataan dan kasus terus berulang di banyak daerah, persoalannya berubah menjadi risiko tata kelola negara.
Amnesty International Indonesia bahkan telah meminta MBG dihentikan sampai keselamatan pangan dapat dijamin. Pemerintah juga telah menghentikan sementara hampir 2.000 dapur yang belum memenuhi persyaratan higiene. Ini menunjukkan persoalannya sudah melampaui beberapa kesalahan individual dan menyentuh desain pengawasan program.
Tekanan internasional yang mungkin muncul bukan berarti Indonesia langsung dibawa ke Mahkamah Internasional. Jalur yang lebih realistis adalah sorotan organisasi HAM, mekanisme HAM PBB, media internasional, serta pertanyaan mengenai kemampuan negara melindungi kesehatan anak. Indonesia sendiri terikat pada Convention on the Rights of the Child, termasuk kewajiban terkait kesehatan dan nutrisi anak.
Masalah paling serius adalah repeated failure after knowledge. Satu keracunan bisa disebut kecelakaan. Tetapi ketika kasus berulang setelah pemerintah mengetahui risikonya, pertanyaannya berubah. Mengapa program terus diperluas sebelum sistem keamanannya mampu mengejar skalanya?
Dampaknya juga bisa melewati persoalan kesehatan.
Program bernilai sangat besar dengan puluhan juta penerima menjadi ukuran state capacity: apakah procurement, supplier control, cold chain, hygiene, traceability, audit dan mekanisme penghentian dapur bekerja?
Karena itu risiko internasional terbesar MBG saat ini bukan hukuman pengadilan internasional, melainkan reputational damage, rusaknya reputasi di kancah internasional.
MBG dirancang untuk menunjukkan bahwa negara mampu memberi makan dan memperbaiki gizi jutaan anak. Jangan sampai dunia justru mengenalnya sebagai program besar yang lebih cepat memperluas jumlah dapur daripada memperkuat keselamatan makanannya.
Sebab dalam manajemen risiko, niat baik bukan control system. Dan anak-anak bukan tempat menguji apakah sebuah sistem akhirnya akan bekerja.
-FB-








bawa nama internasional segala emang antek antek asing lu drun, emang pas lu dibilang Londo Ireng. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
lu pea tukang cebok, udah banyak keracunan masih aja jalan terus, harusnya lu ama keluarga lu tuh makan mbg
hari gini masi ga paham maksud antek! 🤣
apa yg lu harapkan dr pemilih fufufafa? 10+6=17 aja mereka percaya…
londo ireng itu moyangnya bowo. asli, factos, bukan ngadi-ngadi
Lu pendukung peracun anak² anjing gila juga lu.
Curhatan wowok (si badut tolol anak sumitro):
“Setelah sekian banyak keracunan makanan dan korupsi MBG, kepintaranku dalam menguras kekayaan negara, meningkatkan beban rakyat, mereka tetap tidak mau menghargaiku.
Apalagi aku kan gemoy chubby cutie chibi chibi kawaii. Ah.. dasar Antek Asing.”
guoblog luh nyuk jln satu2nya mbg dibubarkan
yg jd budak asing siapa nyuk yg disuruh bawa map sama tantrum yg lari ke jordan sama bolak balik ke prancis yg ga bawa oleh2 manfaat buat rakyat emang itu anies yah nyuk
mayan Rp 5000/ komen buat terwo..
temen2 jgn terpancing ngomong kasar
sering terjadi tapi dianggap wajar,gw curiga,jangan² ini cuma modus penyelenggara mbg utk ajukan tambahan Anggaran ke pemerintah buat bikin proyek obat penawar racun mbg. anjayyyy !