“The most expensive private residence in China. Owned by an Indonesian tycoon.”
“Kediaman pribadi termahal di China. Dimiliki oleh seorang taipan Indonesia,” ujar akun media sosial X Dragon kingdom.wu @loongkingdom membagikann video yang viral di X dan sudah ditonton 1,5 juta tayangan.
[VIDEO]
Siapa pemiliknya?
Rumor yang beredar menyebut Shanghai Sheshan Royal Garden sebagai rumah pribadi termahal di China, dan kerap dikaitkan dengan keluarga Eka Tjipta Widjaja dari Sinar Mas Group.
Hasil tanya Google AI, jawabannya:
Rumor mengenai Shanghai Sheshan Royal Garden memang sering mengaitkan kompleks tersebut sebagai rumah pribadi milik keluarga Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Group.
Berikut adalah detail poin utama terkait rumor tersebut:
- Status Kepemilikan: Berbagai laporan menyebutkan bahwa properti ini dimiliki oleh keluarga Huang Zhiyuan (juga dikenal sebagai Teguh Ganda Widjaja), yang merupakan putra sulung Eka Tjipta Widjaja.
- Estimasi Nilai: Kompleks ini diperkirakan bernilai sekitar 17 miliar yuan atau setara dengan kurang lebih Rp43,2 triliun.
- Spesifikasi Properti: Properti ini disebut berdiri di atas lahan seluas 180 mu (sekitar 12 hektar) di kawasan Sheshan, Shanghai. Kompleks tersebut dikabarkan terdiri dari enam bangunan utama dengan gaya arsitektur yang berbeda, serta dilengkapi fasilitas mewah seperti:
- Danau buatan pribadi dan helipad.
- Biaya dekorasi interior yang dilaporkan mencapai 1,7 miliar yuan.
- Keamanan super ketat dengan ratusan pengawal pribadi.
- Konteks Bisnis: Sinar Mas Group memang memiliki jejak properti yang kuat di Shanghai melalui proyek-proyek besar seperti Bund Center dan Sinar Mas Plaza, gedung tertinggi di kawasan Puxi.
Penting untuk dicatat bahwa informasi mengenai “rumah termahal” ini banyak beredar di media sosial dan laporan berita lokal, namun detail spesifik mengenai kepemilikan pribadi seringkali tidak dikonfirmasi secara resmi oleh pihak keluarga demi alasan privasi.







bisa jadi, mereka konglomerat indonesia adalah generasi ke 2 artinya nyaris smua saudara disana. sy pernh dengar dr travel guide (cina juga) yg cerita kl mereka bangun desa asalnya. jd inget perkataan mahatir knp malaysia prioritaskan pribumi, karena kl mereka tdk mungkin kabur bawa semua harta pasti akan kembali lagi….