Ozil vs Arsenal

Mesut Ozil saat jadi pembicara di Universiti Teknologi Malaysia 27 April 2026 lalu, ia menceritakan bagaimana rasanya terpinggirkan dari skuad Arsenal karena speak-up mengenai isu Uyghur di China pada 2019 lalu.

“Sebagai seorang bintang, saya memiliki suara yang didengar, dan saya tahu saya harus menyuarakan hal-hal tertentu. Saya tahu saya akan mendapat masalah dengan Arsenal. Namun saya tidak peduli, saya tetap mengunggahnya (di akun media sosialnya -red) dan saya merasa bahagia (telah melakukannya).”

“Namun setelahnya mereka (pihak Arsenal) menutup pintu untuk saya. Mereka tidak membiarkan saya bermain lagi. Saya juga mengerti posisi rekan-rekan setim saya, karena jika mereka berhubungan dengan saya, mereka juga akan kena masalah! Mereka harus menjaga keluarga mereka sendiri.”

“Tentu saja saya mengalami masa-masa sulit karena, Anda tahu, saya sangat menikmati bermain sepak bola. Lalu mereka merampasnya begitu saja.”

“Saya bahagia karena ada istri di samping saya dan juga anak saya, karena itu benar-benar masa yang sangat, sangat sulit bagi saya. Saya dikeluarkan dari skuad, saya berlatih sendiri selama delapan bulan tapi saya tidak pernah menyerah. Orang-orang terkuat yang bisa Anda miliki adalah keluarga Anda. Jika mereka mendukung Anda, pintu-pintu lain akan terbuka untuk Anda.”

Selama delapan musim membela The Gunners (2013–2021), Ozil mencatatkan dirinya sebagai maestro kreativitas yang berhasil membantu klub mengakhiri paceklik gelar selama sembilan tahun. Datang dengan memecahkan rekor transfer klub senilai £42,5 juta dari Real Madrid, Ozil menjelma menjadi pilar penting di bawah asuhan Arsene Wenger sebelum akhirnya terpinggirkan di era manajer selanjutnya.

Ia akhirnya resmi meninggalkan Arsenal pada Januari 2021 untuk bergabung dengan Fenerbahce sebelum akhirnya mengumumkan pensiun pada Maret 2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *