✍🏻dr. Adam Prabata
Awalnya gua kira nonton short video di HP itu bisa menjadi pengisi waktu luang.
Tapi setelah baca jurnal ini, gua baru tau efeknya bisa berbahaya untuk otak.
Penelitian dari Tiongkok ini meneliti 48 orang, terus dilihat kebiasaan mereka nonton short video, lalu dicek fungsi atensi & kontrol diri, didukung juga dengan pemeriksaan EEG. (Electroencephalography/EEG adalah tes non-invasif yang merekam aktivitas listrik otak menggunakan elektroda di kulit kepala untuk mendiagnosis gangguan saraf seperti epilepsi, tumor, stroke, atau gangguan tidur. EEG digunakan untuk menilai fungsi otak dan mendeteksi aktivitas listrik yang tidak normal)
Hasil penelitian ini cukup bikin gue kaget antara lain:
-Semakin sering nonton short video, semakin turun kemampuan otak buat kontrol diri
-Fungsi eksekutif otak, terutama atensi, juga menurun
Short video ternyata berasosiasi dengan overstimulasi dengan karakteristik cepat, singkat, dan penuh reward instan. Lama-lama otak jadi kebiasaan butuh stimulus cepat, sehingga bikin fokus jangka panjang makin susah.
Yang menarik dari studi ini adalah:
Semakin tinggi tingkat kecanduan (adiksi) untuk menonton short video di smartphone, berasosiasi dengan semakin rendah tingkat pengendalian diri (self control)
𝗞𝗘𝗦𝗜𝗠𝗣𝗨𝗟𝗔𝗡
Kebiasaan nonton short video ternyata berkaitan dengan penurunan self-control dan turunnya fungsi eksekutif otak, terutama kemampuan atensi.







Alhamdulillah untung gue tidak terlalu suka scroll-scroll sosmed, itu kayaknya kebiasaan si af, makanya fungsi otaknya turun 58%
zaman now ini.. banyak yg suka scroll2.. tua, muda, bocil pd scroll2..
diliat dari hasil pnelitian.. kmungkinan ntar banyak yg ga sadar klo kmampuan otak kurang optimal..
dibatasi scara sadar ato teguran utk yg masi bocil2.. drpd jd generasi o’on.. kan bahaya klo generasi o’on jd pmimpin..
dan paling parah isinya drama cina 🤣
ya males juga lihat vidio sampe ber jam2
mending liat yg ringkasnya