Tukang Ngapusi!

Tukang Ngapusi!

Salah-satu argumen pemerintah saat rupiah melemah jadi 17.200 adalah: semua mata uang asing memang lagi melemah ke dollar, karena perang Iran sejak 28 Februari. Jadi kita tidak sendirian.

Duuh, maka fans-fansnya, penjilat-penjilaatnya akan bersorak, yes! Joget2 oke gas oke gas. Tuh, memang itulah yang terjadi. Jadi wajar dong rupiah melemah. Mereke berceloteh deh lewat postingan, komen2, podcast, bla bla, dsbgnya.

Apakah klaim pejabat-pejabat ini betul? Nggaaak. Itu tuh khas sekali pemerintah, mereka membentuk narasi dengan menutup fakta-faktanya.

Coba kamu lihat tabel ini deh, pelototin. Adalah fakta, rupiah itu melemah semua ke seluruh mata uang asing. Bahkan ke ringgit, dollar singapore, tetangga.

Itu artinya apa? Masa’ kamu nggak bisa mengambil kesimpulan dari data seterang ini. Kalau semua mata asing memang lagi melemah ke dollar, kok, rupiah juga kompak melemah signifikan 2% ke mata uang asing lainnya?

Rupiah itu bulan April ini masuk daftar mata uang terlemah dunia, bukan cuma vs dollar, tapi nyaris vs seluruh mata uang dunia lainnya, kecuali vs Thailand (ekonomi mereka lebih tertekan), dan Iran, mereka lagi perang, lah Indonesia? Oh iya, di Indonesia tentaranya juga sedang “perang” melawan MBG dan KMP sih.

Dus, inilah biang keroknya. “Perang” versi Indonesia.

Pemerintah sih merasa baik2 saja, apalagi si Purbaya itu, dengerin dia ngomong, Indonesia itu seolah betulan tumbuh 8% ekonominya. Tapi faktanya tidak. Defisit kita itu mengkhawatirkan, kebijakan fiskal mencemaskan, dan uang 400 triliun dibelanjakan sembrono lewat MBG, KMP. Sementara subsidi BBM dan listrik naik 100 triliun, belanja pemerintah membengkak, pemborosan dimana2 (sambil membual efisiensi).

Rupiah melemah, karena kamu itu menciptakan ketidakpastian, noise, ribut2. Bukannya membuat tenang, Menkeu malah bikin drama mecat dirjen gara2 baper. Daaan, itu ponakan Prabowo, pernah lihat data2 nggak sih? Atau karena dia masuk BI lewat jalur ponakan, bukan PCPM, jadi begitulah deh.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *