Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menyatakan bahwa ekonomi dan APBN Indonesia tahun 2026 telah memasuki fase “survival mode” atau mode bertahan hidup. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam beberapa kesempatan, termasuk media briefing di Jakarta pada 24 April 2026 dan simposium PT SMI.
“Survival mode artinya kita enggak boleh main-main lagi. Kita tidak ada ruang atau luxury untuk bermain-main dengan segala peluang yang kita bisa buat,” tegas Purbaya.
Ia menambahkan, “Kalau pajaknya main-main, hancur kita. Kalau programnya main-main, kita akan digiling bangsa lain. Jadi kita survival mode.”
Menurut Purbaya, istilah tersebut bukan berarti Indonesia sedang mengalami krisis, melainkan sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bisa menjalankan kebijakan secara business as usual. Semua program dan belanja negara harus dijalankan dengan optimal, efisien maksimal, serta tanpa ruang untuk kelalaian, pemborosan, atau inefisiensi. Pendekatan ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat di tengah tekanan global.
Tekanan Global dan Fiskal yang Meningkat
Pernyataan “survival mode” muncul di tengah berbagai tantangan. Harga energi dunia yang tinggi akibat ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah, telah menekan subsidi BBM dan beban APBN. Defisit APBN pada kuartal I-2026 tercatat mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap PDB, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Penerimaan pajak tumbuh solid, belanja negara dipercepat sebagai stimulus, dan cadangan devisa serta sistem perbankan masih dalam kondisi resilien.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 5,4% hingga 5,7% di paruh pertama tahun ini, meskipun beberapa lembaga internasional seperti World Bank merevisi proyeksi lebih rendah ke level 4,7%. Purbaya optimistis target tersebut masih dapat dicapai dengan disiplin fiskal yang lebih ketat.
Respons Pemerintah
Dalam kondisi survival mode ini, Kementerian Keuangan akan memperketat pengawasan terhadap seluruh program di bawahnya, merapikan sektor pajak dan bea cukai untuk menutup kebocoran, serta memastikan setiap rupiah belanja negara memberikan hasil yang terukur.
“Semua harus dijalankan semaksimal mungkin. Tidak ada lagi main-main,” tegas Purbaya berulang kali.
Ekonom menilai pernyataan ini sebagai pengakuan jujur pemerintah bahwa ruang kebijakan fiskal semakin sempit, sehingga diperlukan efisiensi ekstrem agar Indonesia tidak kehilangan momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.
Purbaya juga menjamin bahwa APBN tetap berfungsi sebagai shock absorber untuk melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.







hebatnya pemerintah gak naikin bbm subsidi karena memikirkan rakyat kecil, drunnya aja yang kufur nikmat. nyinyir terus bisanya drun drun.
tolol lu af…otak lu memang gak ada akalnya‼️ Lu dengan kualitas IQ jongkok begini makanya lu gak bisa dapat cuan dar8 nge-buzzer. Kasihaaannn deh lu. Yg dilihat cuma kulit permasalahan, sementara substansi masalah ku kagak ngerti. Dasar lu TerMul dan TerWo tolol‼️🐷😝😂😜
mahluk rasis ini pura2 bahagia
padahal hari2 keluarganya pada ngeluh
lebih tepatnya krn takut didemo, makanya harga bbm subsidi ngga dinaikin sekalipun APBN makin tekor
hidup MBG…!