Abot lur…

Kesikut Utang

Kalo pendapatanmu 10 juta, utang maksimal atau cicilan utang yang masih bisa disebut aman itu mentok 30%. Bisa lebih dari 3juta? Bisa, misal 4,5juta atau 45% dari pendapatan, tapi kamu hanya akan banyak alasan ketika tiba waktunya membayar. Jangankan membayar utang, untuk keperluan sendiri pun akan mengalami apa yang disebut crowding out.

Tadinya mau renovasi rumah, batal. Rencana yang tertunda untuk mendatangkan guru les untuk anak, ditunda lagi. Bisa saja tetep jalan, tapi jadinya malah utang lagi.

Nah, masih bisa utang lagi ternyata. Ya memang bisa. Tapi bakal ona anu aja kalo ditagih, atau paling sering pura-pura lupa. Nanti tahap terakhirnya pura-pura gila.

“Haaa… utang? Aku punya utang sama kau? Kau itu siapa berani-beraninya ngasih utang? Trus aku ini siapa?”

Nah, Endonesa tahun ini akan bayar bunga utangnya kira-kira mendekati 20% dari pendapatan. Aman dong? Jauh dari 30% yang disebut di atas.

Iya aman kalo itu pokok plus bunga. Ini cuma bunganya thok thil. Kalo plus pokoknya ya jauh di atas itu. Istilah ekonominya debt service ratio kita 45%!

Apa ada efek crowding outnya program yang kesikut?

Banyak! Rencana pembangunan akan tertunda, banyak infrastruktur tidak terpelihara. Pidato presiden akan investasi besar-besar di bidang pendidikan jadi tidak masuk akal.

Ini belum memasukkan variabel krisis energi dan anjloknya rupiah yang akan masih terus berlangsung sampai beberapa waktu ke depan. Semakin sempit dan tertekan ruang fiskal negeri ini.

Ada jalan keluarnya? Ya pasti ada. Ada ilmunya kok.

Tapi kau lebih suka mengatakan, “Kalo ga suka sana pergi ke Yaman!” 😓

Mat Dogol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *