Indonesia Terang, Gelap, dan Yaman
Oleh: Pitoyo Hartono
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan: “Yang menganggap Indonesia gelap mungkin matanya buram. Kaburlah ke Yaman.”
Ya mungkin Indonesia gelap. Tapi bisa juga dia menganggap Indonesia terang benderang karena minions-minionsnya melekatkan lampu disko 2000 Watt di depan matanya.
Tapi sudahlah, menganggap Indonesia terang atau gelap, itu hak seseorang. Itu tergantung pada situasi orang tersebut, kepekaan dan juga mungkin level intelegensia.
Tapi mengapa harus menyebut “Yaman”, satu negara yang tidak ada urusannya dengan gelap atau terangnya Indonesia?
Mereka tidak mengintervensi urusan dalam negeri Indonesia. Dan jangan lupa Indonesia mempunyai hubungan diplomatik dengan Yaman. Mereka punya kedutaan di Jakarta.
Bukankah ini hinaan yang keluar dari mulut Presiden pada negara sahabat? Ya mungkin mereka negara berkembang yang level ekonominya ada di bawah kita. Tapi terus kenapa? Itu menyebabkan Indonesia boleh menginjak harga diri mereka? Kalau begitu, jangan tersinggung juga kalau Indonesia dihina oleh negara yang jauh lebih kaya. Tau nggak kalau GDP per kapita Malaysia 3 kali lebih besar dari kita, sedangkan Singapura sekitar 17 kali lebih besar?
Mungkin ini kebablasan kebiasan omon-omon nir-otaknya.
Tidakkah orang Indonesia merasa terhina kalau misalnya ada negara yang mengatakan: “Jangan korupsi di negara ini. Kalau loe mau korupsi, pergilah ke Indonesia, karena di situ sarangnya.” Atau “jangan ingin jadi presiden di sini kalau cuma modal omon-omon gemoy pergilah ke Indonesia, prospek loe terang di negara antah berantah itu, karena kebanyakan rakyatnya nggak bisa membedakan antara fantasi, delusi, kenyataan dan anekdot”.
BTW, untuk saya, masa depan Indonesia gelap.
Dan saya tidak kabur, saya cuma kebetulan laku di negara yang jauh lebih waras dari negara saya sendiri. Dan kemampuan saya untuk bisa laku di negara lain, saya dapatkan tanpa beban APBN.
Sekian.







Narasi dari Buzzer Wi-Wo benar-benar sudah meracuni pikiran dia. Bukannya turun cek langsung kondisi masyarakat ke lapangan (jangan keluyuran ke luar negeri mulu), biasain baca berita media mainstream, tanya data yang benar ke BPS atau sumber data yang lain, taro intel di tiap kementrian (yang bisa lapor langsung ke dia, biar jangan cuma ngadelin info dari si Teddy). Ini kok malah ikutan BODOH kayak buzzer-buzzernya !!!
Ikutan bodoh apa memang bodoh sih… ? 😂😂😂
siapa yg mau tinggal di yemn??? kadrun dimari pun ogah
massiiihhh juga BabRun alias Babi guRun pendukung garis keras mbah Wowo aNTEK asing omon omon ini ngoceh tak jelas‼️
Kau itu semakin banyak komen semakin membuktikan kualitas otak kau yg tak ada akalnya‼️ 😝😂😜🐷