Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meluapkan amarahnya saat meninjau proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nganjuk pada 11 April 2026. Kemarahan tersebut dipicu oleh lambatnya progres pembangunan yang baru mencapai 15%, padahal proyek ini merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak menyukai atau tidak sejalan dengan kepemimpinan Presiden Prabowo sebaiknya mengundurkan diri atau keluar dari status ASN.
“KALAU MEMANG ADA ASN-ASN YANG NGGAK SUKA DENGAN PAK PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO, KELUAR DARI ASN!” kata Menteri PU Dody Hanggodo dengan nada keras.
Tuntutan Loyalitas: Dody menekankan pentingnya loyalitas penuh terhadap visi dan misi pemerintah pusat demi kelancaran program pembangunan nasional.
Kekesalan terhadap Pejabat Proyek: Saking geramnya dengan kendala di lapangan, ia sempat berujar bahwa jika usianya masih 20 tahunan, ia ingin “menonjok” Kepala Balai dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait.
Target Proyek: Proyek Sekolah Rakyat tersebut ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026 agar segera bisa digunakan.
Pernyataan ini kemudian memicu perdebatan publik mengenai batasan loyalitas birokrasi terhadap pimpinan politik dan posisi kritik bagi ASN dalam sistem demokrasi.
CATATAN: Dody Hanggodo selain menjabat Menteri PU, dia merupakan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat (periode 2025-2030).
[VIDEO]







Itu ASN pak, bukan ASP~aparat sipil pemerintah. Mrk loyal thd negara……
Aturannya rakyat yg gaji presiden & para memtri lah yang berhak nuntut mereka mundur kalau kerjamya ga becus malah bikin bangkrut negara tapi realitanya terbalik.
Orang kayak gini otaknya harus diisi mbg