Karena Presiden melakukan “Militerisasi” dan dia tidak paham bahwa itu keliru, dia harus dihentikan sebelum dia merusak semakin parah

STOP MILITERISASI

Karena presiden melakukan militerisasi dan dia tidak paham bahwa itu keliru, dia harus dihentikan sebelum dia merusak semakin parah.

Militerisasi adalah pembodohan, atau upaya sengaja untuk membuat suatu masyarakat menjadi bodoh.

Pelatihan fisik atau pelatihan mekanis yang sekarang dilakukan terhadap warga sipil hanya cara untuk memperkuat otot dan memperlemah akal. Orang dibuat patuh, tidak menggunakan akal, dan rentan terhadap sugesti, dan satu-satunya sugesti dalam militer adalah atasan harus dipatuhi.

Presiden secara gencar melakukan militerisasi, dan menaruh para perwira militer pada jabatan-jabatan sipil, jelas karena dia tidak tahu bahwa padanan dari peradaban adalah civilization, bukan militarization.

Kamus-kamus bahasa Inggris seperti Oxford Advanced Learner’s Dictionary, Cambridge Dictionary, Merriam-Webster, dan American Heritage mendefinisikan civilization hampir sama, dengan menekankan pada dua aspek utama:

1) Perkembangan budaya dan teknologi, yang mencakup pencapaian dalam penulisan, seni, sains, dan sistem pemerintahan.

2) Organisasi sosial, yang mencakup lembaga politik, hukum, dan sosial yang terstruktur dan berfungsi optimum.

Adapun militerisasi adalah proses di mana nilai, institusi, dan praktek militer diresapkan ke dalam kehidupan sosial untuk menjadikan kekerasan, dan perang, tampak normal dan wajar. Negara berusaha membuat masyarakat “mencintai” dan “menjunjung tinggi” nilai-nilai ketentaraan, seolah-olah tentara—yang aspek terpenting dalam pendidikannya adalah mengoperasikan mesin pembunuh—lebih beradab dibandingkan sipil yang aspek terpenting pendidikannya adalah mengembangkan kemampuan akal budi.

(✍️AS Laksana)

-fb-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *