“Ada yang mengatakan bahwa negara Islam pertama yang memiliki senjata nuklir adalah Republik Islam Inggris,” ujar Netanyahu.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah wawancara wawicara (podcast) radio baru-baru ini.
Pernyataan ini memicu kontroversi luas karena bernada sindiran tajam terhadap perubahan iklim politik dan komposisi demografis di Britania Raya.
Frasa yang digunakan Netanyahu “negara Islam pertama yang memiliki senjata nuklir adalah Republik Islam Inggris” merujuk pada komentar masa lalu dari Wakil Presiden AS, JD Vance. Pada Juli 2024, Vance sempat melontarkan gurauan bahwa di bawah pemerintahan Partai Buruh, Inggris bisa menjadi negara Islam pertama yang memiliki senjata nuklir.
Netanyahu melontarkan sindiran ini di tengah renggangnya hubungan diplomatik antara Israel dan Inggris. Hal ini dipicu oleh sikap pemerintah Inggris saat ini yang semakin kritis terhadap operasi militer Israel di Gaza.
Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Andy Burnham, Partai Buruh yang sedang berkuasa mempertahankan sikap sangat kritis terhadap kebijakan-kebijakan Israel, meskipun secara teknis hubungan bilateral yang menyeluruh tetap terjaga.
Narasi anti-islam anti-migran
Pernyataan Netanyahu ini juga dinilai sebagai strategi Israel sekarang yang saat ini opini publik Barat berbalik menentang Israel.
“Israel tahu bahwa opini publik Barat telah berbalik menentangnya.
Jadi strateginya adalah mengikat diri pada politik anti-Muslim, anti-migran.
Ia percaya bahwa membantu memicu rasisme di Barat adalah kesempatan terbaiknya untuk menghadapi politik pro-Palestina,” ujar Owen Jones, seorang analis.
*CATATAN: Berdasarkan data Office for National Statistics dan laporan terbaru, jumlah umat Islam di Britania Raya (UK) mencapai sekitar 4 juta jiwa, yang mencakup sekitar 6% hingga 6,5% dari total keseluruhan populasi. Sebagian besar dari populasi tersebut (sekitar 3,8 juta jiwa) tinggal di wilayah Inggris. Walaupun Komunitas Muslim merupakan salah satu kelompok dengan pertumbuhan tercepat di Inggris, jumlahnya masih minoritas. Lembaga riset global ternama, Pew Research Center, membuat simulasi populasi Muslim di Eropa hingga tahun 2050. Dalam skenario migrasi tinggi (high migration scenario), populasi Muslim di Inggris diproyeksikan mencapai sekitar 16,7% hingga 17,2% pada tahun 2050. Artinya muslim masih minoritas di Ingggris. Jadi narasi Netanyahu Inggris akan menjadi negara Islam memang strategi untuk terus menariskan anti-islam anti-migran.







kok sama kyk terwo si af dran-drun: anti imigran
wah bakal ngumpul dong di akherat🤣🤣
& negara prtama yg prnah mnggunakan snjata nuklir dlm perang ialah “united states of isn’t real”..!! 🫢🫢🫢