Normalnya dalam kerjasama bilateral, pihak yang berkunjunglah biasanya yang mendapatkan benefit lebih dari kunjungan yang dilakukannya. Biasanya tamu lah sebagai pihak yang membawa kepentingan untuk ditawarkan ke tuan rumah.
Ini kok malah kebalik ya. Justru dagangan Perancis yang laris manis.
Anggaplah kita memang butuh banyak susu dan banyak daging sapi untuk program MBG, serta perlu bahasa Perancis untuk diajarkan ke sekolah-sekolah. Tapi ya apa perlu seorang Presiden dan Sekretarisnya yang tampan itu yang harus turun tangan sendiri? Apa beliau tidak yakin menteri-menteri perekonomiannya sanggup bernegosiasi dengan Perancis?
Tapi bagaimanapun beliau adalah ahli strategi. Orang-orang normal seperti kita mungkin tidak bisa melihat apa yang beliau lihat.
Hanya pendukungnya yang bisa.
(Wendra Setiawan)







untung aja mau ke Roma ditolak… kalo enggak… kasihan lihat anak sekolah indo… makin berat aja jadi siswa, nambah pelajaran baru… selain mapel bahasa Perancis ada lagi mapel tambahan bahasa Itali.
dasar presiden gilak… goblok…bahlul
makin gak kompeten jd presiden idola si af rasis ini
Lansia ini makin lama makin membahayakan gaes
Ahli strategi taik kucing…
Dulu ada Mentri Segala Urusan.
Sekarang ada Presiden yg nangani sendiri SEMUA URUSAN.
Konoha Konoha nasibmu apes banget dah !!!
Udah demensia ditambah intim sama sekertaris ganteng lagi, sampurna dah.