Gue sering banget ngerasa ada yang nggak beres tiap kali keluar dari minimarket dan merhatiin struk belanjaan.
Lo pernah merhatiin nggak sih rincian PPN yang selalu nangkring di bagian bawah kertas kecil itu?

Kelihatannya sepele, cuma sepuluh atau sebelas persen. Tapi kalau lo renungin dalem-dalem, sistem pajak modern kita ini bener-bener punya selera humor yang gelap dan agak bangsat.
Lo bayangin aja, ada seorang kuli bangunan yang gajinya pas-pasan, beli mie instan dan sabun cuci, dia harus bayar pajak konsumsi dengan persentase yang sama persis kayak seorang manajer eksekutif yang gajinya ratusan juta waktu beli barang yang sama. Bebannya pukul rata, nggak peduli perut lo lagi keroncongan atau lo lagi pusing milih mau liburan ke mana bulan depan.
Di saat yang sama, para konglomerat di atas sana bisa dengan santainya nyewa konsultan pajak miliaran rupiah buat nyari celah loopholes, bikin perusahaan cangkang di negara bebas pajak, dan akhirnya bayar pajak jauh lebih kecil secara proporsional dibanding si kuli bangunan tadi.
Ini sistem yang dibikin buat meres orang miskin dan ngelindungin harta orang kaya, dan anehnya kita semua nerima itu sebagai kewajaran.
Seorang ekonom peraih Nobel, Joseph Stiglitz, pernah ngomong di bukunya The Price of Inequality yang intinya bilang kalau ketimpangan yang kita alami sekarang ini bukan hasil dari hukum alam, melainkan hasil dari kebijakan dan sistem yang emang sengaja didesain buat nguntungin segelintir elit di atas.
Sistem kita emang dirancang timpang.
Nah, dari kemuakan gue ngelihat sistem yang cacat ini, gue iseng nyari tahu dan bedah analisis soal gimana Islam ngasih solusi buat masalah ekonomi ini.
Awalnya gue skeptis, gue pikir solusinya paling cuma ganti casing doang, kayak pajak konvensional yang diganti namanya jadi “pajak syariah”.
Tapi setelah gue baca hasil analisisnya, sumpah, otak gue kayak habis di-reset.
Ini bukan soal nambal ban yang bocor, tapi ini ngganti seluruh mesin kendaraannya. Paradigma yang ditawarin tuh ngebalik 180 derajat semua logika kapitalis-sekuler yang selama ini dijejelin ke otak kita dari zaman sekolah dasar.
BACA SELENGKAPNYA: FB






wowok: saya diserang ..
payah bgt deh idola terwo,
duit APBN dari narik pajak rakyat lagunya kyk uang yg diambil dr kantong dia😂😂