“Enak aja kalian bisa kaya dengan jualan online. Mana bagian gue?” 😌😌

Banyak yang request pembahasan Sensus Ekonomi 2026.

Kemarin debat di sosmed dengan 1 orang petugas Sensus BPS.
Kata dia, postingan saya memancing keresahan.
Kata dia, tujuan sensus adalah data dasar untuk memetakan kebijakan aja. Ga lebih dari itu.
Kata dia, Sensus bukan untuk sumber data perpajakan

Padahal pernyataan Wakil Kepala BPS (lihat gbr di atas)
Inti omongannya
“Enak aja kalian bisa kaya dengan jualan online. Mana bagian gue? “
😌😌😌

Event yang sekarang sedang berlangsung adalah Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Berlangsung 15 Juni – 31 Agustus 2026

Tujuannya, untuk memetakan unit usaha di Indonesia. Mulai dari pedagang kelontong, UMKM hingga ke perusahaan besar.

Cakupan usaha: usaha rumahan, PKL, online shop, hingga digital marketing.

Makanya jenis pertanyaan banyak berpusat di kepemilikan harta, kepemilikan usaha, dll.

Ini adalah beberapa contoh pertanyaan yang diajukan ke kami:

✅ Apa pekerjaan suami + istri
✅ Jika kerja kantoran, berapa gajinya? Berapa uang makannya? Berapa Tunjangan Kinerjanya? Berapa uang lemburnya? Jika usaha, berapa laba bersihnya?
✅ Apakah punya toko online
✅ Alamat + Luas tempat usaha
✅ NIB
✅ Berapa jumlah karyawan
✅ Belanja dapur/minggu
✅ Belanja dapur/bulan
✅ Tagihan listrik/Token, air, internet/kuota per bulan
✅ Pake LPG ukuran berapa kg
✅ Apakah punya AC, Kulkas
✅ Berapa jumlah kepemilikan R2 dan R4
✅ Apakah punya tanah, rumah? Berapa nilai propertinya?
✅ Apakah punya tabungan emas? Berapa gram?
✅ Apakah anak-anak punya tabungan?

Btw..
Dari segitu banyak pertanyaan, tidak ada pertanyaan

❌”Kalau ngontrak, berapa harga sewa rumah/bulan?”

❌”Apakah punya hutang? Berapa jumlah hutangmu?”

🤔🤔🤔🤔

Dari pertanyaan-pertanyaan ini, ada 2 informasi yang ingin dikumpulkan BPS :

  1. Verifikasi data Desil 1 – 10
    (Untuk data kemiskinan dan Bansos)
  2. Klasifikasi UMKM wajib pajak

Jadi, saran saya
“Bijaklah dalam menjawab pertanyaan.”

Tahu kan maksud saya

😏😏😏

Karena negara cuma pengen tahu hartamu, bukan hutangmu.

(Al Fatin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. rakyat cari nafkah sendiri-sendiri, usaha dirintis scr mandiri, negara masa bodoh. pas rakyat mulai menuai hasil dari jerih payahnya, mulailah negara cari gara-gara

  2. coba yg di sensus itu mulai dari para pejabat Publik, Para petinggi aparat hukum, jenderal2 TNI, anggota DPR, para kepala daerah… agar mrk memberikan contoh yang baik pd rakyat….kan bagsu tuh pertanyaannya…gaji brp ? kok bisa punya bnyak harta dr mana….wkwkkwkw

  3. harus nya pemerintah kreatif dalam mencari uang buat belanja pegawai & wakil rakyat yg terhormat. TUHAN sdh menyediakan SDA yg melimpah di negara Indonesia. harus nya tdk perlu lg meminta ke rakyat nya.