✍🏻Ustadz Yendri Junaidi
Di suatu malam yang sangat dingin, seorang milyuner bertemu dengan seorang fakir. Sang milyuner bertanya: “Apa engkau tidak merasa kedinginan dengan baju yang tipis itu?”
“Hanya ini baju yang saya punya dan tubuhku sudah terbiasa dengan rasa dingin,” jawab si fakir.
“Rumahku dekat dari sini. Tunggu sebentar, aku akan ambilkan baju tebal untukmu agar engkau merasa hangat.”
Mendengar itu si fakir sangat senang. Dengan penuh harap ia berkata, “Baik, saya akan tunggu…”.
Pergilah sang milyuner ke rumahnya. Sesampai di rumah ada beberapa hal yang ia kerjakan sehingga ia lupa tentang si fakir.
Keesokan harinya ia teringat janjinya pada si fakir. Ia merasa sangat bersalah. Lalu ia bergegas membawakan baju tebal dan mengantarkannya ke tempat dimana si fakir berada.
Sesampainya di tempat itu ia sangat kaget. Ternyata si fakir sudah meninggal dalam kondisi tubuh yang membeku. Di tangannya ada sebuah kertas yang berisi pesan untuk sang milyuner:
“Saat saya tak punya baju tebal saya bisa melawan rasa dingin karena tubuh saya sudah terbiasa untuk itu. Tapi saat engkau datang dan memberiku janji, aku bergantung pada janjimu dan aku kehilangan kemampuan untuk melawan rasa dingin.”
Pesan:
Mungkin mudah bagimu untuk berjanji. Tapi ingat, janjimu itu boleh jadi hidup bagi orang lain.






