Yang begini-begini sebenarnya sudah diajarkan dalam table manner (seperangkat aturan etika dan tata krama yang mengatur perilaku seseorang saat berada di meja diplomatik) dan protokol diplomatik para diplomat.
Termasuk diajarkan juga cultural context (latar belakang budaya) dari negara yang jadi tujuan diplomasi.
Keliatan banget lah gak ngerti etika diplomatik
Yang mainin pulpen di high level meeting itu (termasuk pula ngancungin jempol awokowwko)
Masih perlu latihan soal protokol diplomatik itu.
Itulah kenapa
Jadi pejabat tinggi itu harus memulainya dari bawah dan bertahap.
Biar ga keskip dan dah kelatih sama hal beginian.
Ya oke mungkin orangnya pinter
Tapi tetap aja pengalaman ga bisa bohong.
(Abul Muzaffar Ambadinedjad)








Ga usah ngajari etika sama endasmu etik percuma sia2 bagaikan memandikan babi biar bajis muqoladhohnya hilang
semua mantan Menlu liat si tiwi pasti geleng2 kepala
apa itu etika, wong etik ndasmu kok