Berapa Banyak Orang Yang Telah Dibunuh dan Dilukai oleh Israel di Gaza?

Berdasarkan laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dirilis pada 2 September 2026, setidaknya 73.470 warga Palestina telah tewas dan 174.540 orang terluka di Jalur Gaza akibat serangan Israel sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023.

Meskipun kesepakatan gencatan senjata yang diprakarsai Amerika Serikat telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, pelanggaran dan serangan udara terus terjadi. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sejak gencatan senjata tersebut dideklarasikan, setidaknya 1.334 orang tewas (termasuk lebih dari 300 anak-anak) dan 4.429 orang terluka akibat serangan lanjutan dari militer Israel.

Catatan Penting Mengenai Angka Korban:

  • Jumlah Sebenarnya Diduga Jauh Lebih Tinggi: Angka resmi di atas hanya mencakup korban meninggal yang jenazahnya berhasil dievakuasi ke rumah sakit dan diidentifikasi secara resmi. Tim medis dan organisasi kemanusiaan memperkirakan ada belasan ribu korban tambahan yang hilang atau masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
  • Kematian Tidak Langsung: Data tersebut belum mengakumulasikan korban jiwa akibat dampak tidak langsung dari perang, seperti kelaparan ekstrem, dehidrasi, penyebaran penyakit menular, serta hancurnya fasilitas medis dan sanitasi di seluruh wilayah Gaza.
  • Pengakuan Israel: Setelah sekian lama membantah data otoritas lokal, laporan militer yang bocor serta pengarahan resmi dari pejabat keamanan Israel akhirnya mengakui bahwa angka kematian di Gaza telah melampaui 70.000 jiwa. Laporan internal tersebut juga menyimpulkan bahwa lebih dari 80 persen korban tewas merupakan warga sipil, yang mayoritasnya adalah perempuan dan anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. gambaran kondisi umat tanpa khilafah, zaman dimana para penguasanya pelayan penjajah, takut dengan penjajah. bahkan zionis dengan leluasa menghancurkan bandara di suriah tanpa ada balasan satupun yg dilancarkan hànya sebatas mengecam.

    umat tidak bisa mengharapkan perlindungan dari mereka para penguasa sekuler, yg dibutuhkan umat adalah kekuasaan islam/khilafah. yg pemimpinnya tidak takut kecuali hanya pada Allah. untuk membela islam dan umat islam.