Amerika Serikat telah mencabut sanksi terhadap ekspor minyak Iran setelah pembicaraan yang “menggembirakan” di Swiss yang bertujuan untuk mengakhiri konflik militer, membangun kesepakatan perdamaian penuh serta memulihkan stabilitas pasar energi global.
Langkah taktis ini diambil oleh Departemen Keuangan AS pada hari Senin (22/6/2026) melalui penerbitan lisensi umum.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa pembicaraan AS-Iran telah “produktif” dan beberapa ketentuan MoU sedang berjalan.
“Iran telah berkomitmen untuk transit bebas dan terbuka di Selat Hormuz dan untuk mengizinkan inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) masuk ke negara mereka,” tulisnya di media sosial. “Sebagai bagian dari kerangka kerja, Departemen Keuangan telah mengeluarkan izin umum sementara 60 hari yang mengizinkan produksi, pengiriman, dan penjualan minyak Iran.”
Izin tersebut berlaku hingga 21 Agustus dan mencakup minyak mentah, produk petrokimia, atau produk minyak bumi asal Iran. Izin tersebut mengizinkan impor minyak Iran ke AS tetapi tidak mengizinkan transaksi yang melibatkan Korea Utara atau Kuba yang dikenai sanksi AS, atau Ukraina yang diduduki Rusia.
Berikut adalah poin-poin penting terkait pelonggaran sanksi tersebut:
Ketentuan Utama Pelonggaran Sanksi
- Izin Operasional Penuh: Lisensi sementara ini mengizinkan kegiatan produksi, pengiriman, dan penjualan minyak mentah serta produk petrokimia asal Iran.
- Akses Transaksi Dolar: Pembeli kini diizinkan menggunakan mata uang Dolar AS dan mengakses layanan keuangan penting seperti perbankan, asuransi, dan transportasi laut tanpa takut terkena sanksi sekunder.
- Terbuka untuk Pasar Global: Berbeda dengan sanksi sebelumnya yang memaksa Iran menjual minyak secara sembunyi-sembunyi ke China dengan diskon besar, aturan baru ini membuka jalan bagi ekspor ke berbagai negara, termasuk importir di AS, dengan harga pasar normal.
Komitmen dan Imbal Balik dari Iran
Berdasarkan laporan dari The New York Times dan pengumuman Menteri Keuangan AS Scott Bessent, keringanan ini diberikan karena Iran telah menyetujui dua syarat krusial:
- Keamanan Selat Hormuz: Iran berkomitmen untuk menjamin transit bebas dan aman bagi kapal-kapal tanker di Selat Hormuz setelah sempat terjadi ketegangan dan pemblokiran jalur.
- Inspeksi Nuklir: Iran setuju untuk mengizinkan kembali para inspektor dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) masuk ke negaranya guna memeriksa fasilitas nuklir mereka.
Dampak Langsung pada Pasar
Tak lama setelah pengumuman pelonggaran sanksi ini diterbitkan, harga minyak mentah dunia langsung merespons. Harga minyak jenis Brent crude dilaporkan mengalami penurunan signifikan sebesar lebih dari 3 persen hingga menyentuh angka $77 per barel, turun jauh dari harga puncaknya yang sempat menyentuh hampir $120 per barel selama puncak konflik di Timur Tengah
Sumber: Al Jazeera







Harga minyak jenis Brent crude dilaporkan mengalami penurunan signifikan sebesar lebih dari 3 persen hingga menyentuh angka $77 per barel, turun jauh dari harga puncaknya yang sempat menyentuh hampir $120 per barel selama puncak konflik di Timur Tengah
Kata elit negeri ini yang TIDAK ELITE: “Harga BBM dalam negeri mengikuti tren harga minyak dunia.”
Tapiiiii…begitu harga minyak dunia turun, harga BBM nasional gak turun². Alasannya sudah pasti macam-macam alasan ala BANDIT PERAMPOK semua‼️