Wanda Hamidah: Rakyat capek boikot, Menhannya malah endorse perusahaan teroris Israel

Aktris sekaligus aktivis kemanusiaan Indonesia, Wanda Hamidah, dikenal sangat vokal dalam menyuarakan hak-hak dan kemerdekaan rakyat Palestina. Pada akhir tahun 2025, ia menjadi salah satu delegasi sipil dari Indonesia yang bergabung dalam misi kemanusiaan global Global Sumud Flotilla untuk menembus blokade laut Israel di Jalur Gaza.

Melalui video yang diunggah di akun Instagramnya (5/8/2026), Wanda Hamidah menyebut Indonesia perlahan-lahan menuju normalisasi dengan teroris zionis Israel.

Wanda Hamidah juga mengkritik postingan akun X Kementerian Pertahanan RI @Kemhan_RI yang dinilai malah meng-endorse perusahaan teroris Israel, Elbit Systems.

Elbit Systems Ltd. adalah perusahaan teknologi militer dan kontraktor pertahanan swasta terbesar yang berbasis di Haifa, Israel. Didirikan pada tahun 1966, perusahaan ini memproduksi berbagai alat pertahanan seperti pesawat tanpa awak (drone), amunisi, sistem artileri, teknologi siber, dan peralatan eletronik militer.

“Capek-capek rakyatnya sibuk boikot, Menhannya malah endorse perusahaan teroris Israel Elbit System,” kata Wanda Hamidah.

Dalam postingan akun X @Kemhan_RI pada 25 Juli 2026 sempat menampilkan 3 foto saat perwakilan Kemhan RI menghadiri Farnborough International Airshow 2026 di Inggris Raya pada 20–24 Juli 2026.

Salah satu foto dengan latar belakang stand Elbit Systems Ltd yang juga hadir di Farnborough International Airshow 2026.

Setelah banyak netizen protes, foto tersebut akhirnya dihapus oleh akun X @Kemhan_RI dan diposting ulang dengan hanya menampilan 2 foto yang tidak ada Elbit System.

Namun netizen sudah sempat mengscreenshoot postingan yang sudah dihapus.

SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO PERNYATAAN WANDA HAMIDAH:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 komentar

  1. pemerintah di depan media berkoar mendukung kemerdekaan Palestina, di balik layar berbisnis ama zionis, dan buzzernya nyebokin dgn narasi non blok. sejak kapan non blok diartikan menjalin kemitraan dgn negara penjajah yg ga punya hubungan diplomatik dgn RI?

  2. padahal banyak alternatif berbisnis dengan negara lain yang bisa dilakukan sebagai solusi untuk mendukung sepenuhnya bagi kemerdekaan Palestina (kalau serius), apa yang dilakukan pemerintah (wowo) sesungguhnya sudah mengkhianati pembukaan UUD ’45. kenapa DPR-RI tidak mengingatkan untuk menjalankan fungsinya sebagai legislator, entahlah…..