Dokter Tifa: Saya ditawari 50 M untuk Restorative Justice (berdamai dengan Jokowi)

Ampun deh. Malah sampai disebut pengecut segala macam.
Allahuakbar.

Umat Muslim, kapan kita belajar kata pertama hijrah digunakan?

1.500 tahun yang lalu Nabiyullah Rasulullah SAW berhijrah dari Mekkah ke Yatsrib yang kemudian menjadi Madinah.

Apakah beliau mundur dari perjuangan menyebarluaskan Islam? TIDAK!

Apakah lantas beliau pengecut! TIDAK SAMA SEKALI!

Beliau berhijrah untuk membangun kekuatan, menghimpun energi, mengkonsolidasikan pemikiran, mengembangkan jejaring, menyebarluaskan ilmu pengetahuan, menyelesaikan masalah umat, dan menerima petunjuk Allah dengan lebih tenang.

Apa yang dilakukan Rasulullah SAW adalah suri tauladan buat seluruh umat.

Termasuk saya.

Saya Hijrah dari urusan Ijazah Jokowi.

Karena saya memperjuangkan kebenaran ini sejak tahun 2022, jauh sebelum orang-orang lain melakukannya. Saya mengkaji, meneliti, mengobservasi dalam hening dan diam.

Lalu mendadak viral karena saya dilaporkan polisi oleh Joko Widodo 30 April 2025.

Artinya total 4 tahun saya meneliti ijazah ini. Ditambah 450 hari saya dikriminalisasi.
Artinya 1.460 hari + 450 hari = 1.910 hari saya menghabiskan waktu untuk mengurusi ijazah ini.

Berapa Miliar Rupiah saya keluarkan untuk berjuang dengan segala macam perjuangan ini. Keluar dari kantong sendiri! Tanpa bohir!

Hasil penelitian saya rampung dan bulan Agustus 2025 dan menjadi buku Jokowi’s White Paper.

Masih lagi ditambah saya berurusan dengan POLDA menjadi saksi, terlapor, tersangka, lalu terdakwa.

Ditahan, disidang, kemudian setelah berjuang empat kali sidang duduk di kursi terdakwa

Kemudian 23 Juli 2026 status terdakwa saya dinyatakan batal demi hukum.

Lalu saya mau berhijrah kok pada protes.

Bahkan memaki saya pengecut.

Bahkan sekarang ini isu mencuat saya dikatakan diam-diam ke Solo.

Allahuakbar!

Jika saya mau berdamai dengan Joko Widodo, akan saya terima tawaran itu jauh-jauh hari.

Dan saya buka transparan ini:

Tawaran Restorative Justice kepada saya engkap dengan paket Rp 50 M!

Apakah saya ambil? TIDAK!

Lalu kalian masih bilang saya mundur, saya pengecut, saya pengkhianat

Bagaimana sih pikiran kalian?

Hah???

Saya hijrah karena tugas saya sebagai peneliti sudah saya tunaikan.

Tugas saya sebagai pejuang sudah saya tunaikan! Perjuangan saya selesai dengan eksepsi saya diterima dan saya bebas.

Karena itu saya katakan: saya hijrah.

Saya mau urusi banyaaak sekali masalah-masalah yang di depan mata: ancaman kesehatan yang makin meledak, teknologi Vaksin yang harus diawasi, senjata biologis yang menjadi bagian dari Perang Dunia III, gangguan mental massal yang bikin banyak bunuh diri dan pembunuhan sadis, masalah geopolitik, sosial, kesejahteraan, status gizi buruk, angka infeksi yang meledak.

Dan banyak masalah lain yang butuh pemikiran dan solusi dan saya wajib berkontribusi.

Sekarang, ketika status bebas saya terancam dibatalkan, ya tentu saya harus melawan, dong. Saya bebas cuma tiga hari lalu tiba-tiba jadi terdakwa lagi dengan panggilan sidang.

Ya harus saya lawan dong. Dengan apa? Ya dengan fasilitas hukum yang ada mulai dari Pra Peradilan.

Maka saya mengajukan Pra Peradilan!

Diizinkan Mahkamah Agung maka insyaAllah Rabu 12 Agustus 2026 saya berjuang lagi di sidang.

Lalu kalian bantu saya apa selama ini?

Beli buku saya kek.
Borong buku biar saya tenang berjuang tanpa mikir dengan apa saya membiayai perjuangan ini.

Jangan cuma jadi komentator bola di lapangan seakan jadi si paling berjuang.

Bantu beli buku kagak.
Datang temani saya bersidang kagak.
Menghujat paling duluan.
Kalah berani sama perempuan.

Huh! Cemen!

Mana lipstik saya kok keselip.
Giliran mau dipake ngilang.
Sebel!

(DOKTER TIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar