Oleh: Teuku Zulkhairi
Kemenangan Abdul El-Sayed dalam pemilu primer/pendahuluan Partai Demokrat untuk memperebutkan kursi Senat Amerika Serikat dari Michigan merupakan salah satu perkembangan menarik dalam politik Amerika tahun 2026.
Kemenangan ini bukan sekadar tentang seorang politisi Muslim yang berhasil memenangkan pertarungan internal Partai Demokrat, tetapi juga memperlihatkan adanya pertarungan antara politik akar rumput dengan kekuatan uang dan kepentingan politik yang sangat besar.
Hal ini menjadi semakin menarik jika dikaitkan dengan postingan Bernie Sanders.
“AIPAC (lobi Israel) menghabiskan $30 juta untuk mencoba mengalahkan Abdul El-Sayed di putaran primer. Mereka kalah.
Sekarang, mereka berencana menghabiskan puluhan juta lebih lagi melawannya di pemilu umum (November 2026).
Ini bukan demokrasi. Ini oligarki dan sistem pendanaan kampanye yang korup didanai oleh miliarder.
Lawan balik.”
Bernie Sanders adalah seorang politikus kawakan dan aktivis Amerika Serikat yang saat ini menjabat sebagai Senator AS senior dari negara bagian Vermont. Ia memegang rekor sebagai politikus independen dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Kongres AS.
Sanders merupakan salah satu tokoh utama gerakan progresif Amerika dan sejak awal memberikan dukungan kepada El-Sayed.
Setelah kemenangan tersebut, Sanders menyambutnya sebagai kemenangan penting bagi gerakan progresif dan menyatakan keyakinannya bahwa El-Sayed memiliki peluang untuk memenangkan pemilu Senat pada November mendatang.
Pertarungan El-Sayed memang tidak biasa. Kandidat yang menjadi lawannya dalam pemilu pendahuluan, Haley Stevens, mendapat dukungan finansial yang sangat besar dari kelompok-kelompok luar yang terlibat dalam politik Amerika. Associated Press melaporkan bahwa AIPAC dan kelompok-kelompok afiliasinya dari kalangan Yahudi menghabiskan hampir US$30 juta untuk mendukung Stevens.
Namun, besarnya kekuatan finansial tersebut ternyata tidak cukup untuk memastikan kemenangan.
El-Sayed justru mengandalkan gerakan akar rumput, relawan, pertemuan langsung dengan masyarakat dan kampanye yang menekankan isu kesehatan, kesejahteraan rakyat, reformasi politik, serta kritik terhadap besarnya pengaruh uang dalam demokrasi Amerika.
Di sinilah komentar Bernie Sanders menjadi penting. Bagi Sanders, kemenangan El-Sayed menunjukkan bahwa politik tidak selalu dapat ditentukan oleh siapa yang memiliki uang paling banyak. Ada kekuatan lain yang tidak kalah penting: organisasi akar rumput, relawan, gagasan politik dan kemampuan kandidat membangun hubungan langsung dengan pemilih.
Yang juga menarik adalah identitas dan posisi politik El-Sayed. Ia adalah seorang Muslim-Amerika keturunan Mesir dan pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Departemen Kesehatan Kota Detroit (2015–2017) dan Direktur Departemen Kesehatan Wayne County (2023–2025).
Dalam kampanye Senatnya, ia mengambil posisi progresif mengenai layanan kesehatan, ketimpangan ekonomi dan kebijakan Amerika terhadap Israel-Palestina.
Karena itu, kemenangan El-Sayed mempunyai makna yang lebih luas daripada sekadar kemenangan personal.
Ia memperlihatkan bahwa seorang Muslim-Amerika dapat tampil sebagai pemain penting dalam politik nasional Amerika, bukan hanya sebagai representasi komunitas Muslim, tetapi sebagai politisi dengan agenda nasional yang menyentuh persoalan ekonomi, kesehatan, demokrasi dan kebijakan luar negeri.
Michigan juga bukan negara bagian biasa. Ia merupakan salah satu swing state penting dalam politik Amerika dan mempunyai komunitas Arab-Amerika yang besar. Karena itu, pertarungan El-Sayed pada November nanti akan menjadi perhatian nasional.

Tetapi perlu diluruskan: El-Sayed belum menjadi Senator Amerika. Ia baru memenangkan nominasi Partai Demokrat. Pada pemilu November 2026, ia masih harus menghadapi kandidat Partai Republik, Mike Rogers. Jika berhasil menang, barulah ia resmi menjadi Senator AS dari Michigan.
Dan apabila itu terjadi, arti politiknya akan jauh lebih besar.
Kemenangan tersebut akan menunjukkan bahwa seorang Muslim progresif bukan hanya mampu memenangkan primary Demokrat, tetapi juga mampu memenangkan pemilu di salah satu negara bagian paling kompetitif di Amerika. Ia berpotensi menjadi salah satu suara Muslim dan progresif yang paling diperhatikan di Senat Amerika Serikat, khususnya dalam perdebatan mengenai kesehatan publik, ketimpangan sosial, demokrasi, serta hubungan Amerika Serikat dengan Israel dan Palestina.
Karena itu, saya melihat postingan Bernie Sanders dalam screenshot tersebut bukan sekadar ucapan selamat kepada seorang kandidat.
Ia merupakan bagian dari sebuah pesan politik yang lebih besar: bahwa gerakan akar rumput masih mempunyai kekuatan untuk menantang dominasi uang, kepentingan korporasi dan mesin politik dalam demokrasi Amerika.
Dan bagi dunia Islam, kemenangan El-Sayed juga menarik untuk diperhatikan. Bukan karena ia harus dipandang semata-mata sebagai “politisi Muslim”, tetapi karena keberhasilannya menunjukkan bahwa identitas Muslim tidak lagi menjadi penghalang mutlak bagi seseorang untuk memasuki pusat kekuasaan politik Amerika.
Pertanyaannya: mampukah ia memenangkan Michigan pada November dan benar-benar memasuki Senat Amerika Serikat?
Jika jawabannya “ya”, maka kemenangan itu akan menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan politik Muslim-Amerika sekaligus perkembangan baru gerakan progresif Amerika.






double minority nonpribumi dan nonmayoritas kres10, disini spt ahoax double minority, tentu pribumi dan kres10 gerah disana
sekitar 80% penduduk amrik bukan pribumi.
pribumi amrik itu suku indian, populasi indian tersingkir, tersisa sedikit, bule eropa penjajah mendominasi.
elu fan si mulut jamban kan? 😂😂😂
ahoax nonpri, dia lahir di belitung, bkn di dki,,,,,
sementara el sayed lahir di michigan, artinya dia asli pribumi michigan, walopun ortunya imigran.
kalo liat keturunannya, ahoax jg nonpri,,,
tp kalo liat tempat lahirnya, ahoax dan el sayed sama² pribumi.
ormas ngaNu nyaris aja jd budaknya kalo tdk di awasi ummat islam Indonesia