Para pemimpin Arab jarang mengkritik Iran secara terbuka di PBB, mereka malah ‘menyerang’ Israel, MENGAPA?

Para pemimpin Arab jarang mengkritik Iran secara langsung dan eksplisit dalam pertemuan-pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa; fokus mereka hampir selalu tertuju pada Israel, meskipun banyak di antara mereka sebenarnya bertindak sebagai kaki tangan Israel.

Tahukah Anda mengapa demikian?

Sebab, semua rezim Arab ini—bahkan mereka yang memerintah masyarakat yang paling memusuhi Syiah dan Iran—menyadari sepenuhnya bahwa sentimen publik (masyarakat) di negara mereka pada umumnya tidak memandang Iran sebagai ancaman. Masyarakat tidak memercayai kebohongan bahwa Iran merupakan ancaman bagi keamanan nasional atau masyarakat Arab, dan mereka juga tidak terlalu memedulikan konflik sektarian sebagaimana yang coba digambarkan oleh sebagian rezim.

Konflik sektarian di kawasan tersebut sebenarnya tidak pernah sebesar yang digembar-gemborkan; sebaliknya, konflik itu justru dibesar-besarkan dan dipicu selama berpuluh-puluh tahun oleh dana dari Arab Saudi dan negara-negara Teluk, serta ideologi yang menyertainya. Dalam banyak kasus, apa yang tampak sebagai gerakan massa yang luas sebenarnya hanyalah basis yang terkonsentrasi, terorganisasi, dan didanai dengan baik—sebuah kelompok yang memiliki sumber daya finansial, platform media, dan kemampuan untuk memperbesar gaung suaranya hingga seolah-olah mewakili masyarakat secara keseluruhan.

Rezim-rezim Arab yang pro-Barat sangat menyadari fakta ini—mungkin lebih baik daripada pihak mana pun—karena mereka terus-menerus melakukan jajak pendapat, studi, dan penilaian opini publik untuk mengukur sentimen yang sebenarnya di tengah masyarakat mereka. Akibatnya, sebagian besar dari mereka tidak berani menampilkan Iran sebagai ancaman utama di hadapan rakyatnya, ataupun menyamakan ancaman Iran dengan ancaman Israel.

Itulah sebabnya, terlepas dari seberapa erat aliansi mereka dengan Barat—atau bahkan dengan Israel sendiri—mereka menampilkan citra seolah-olah mereka berada dalam konfrontasi abadi dengan Israel. Hal ini karena mereka tahu bahwa sebagian besar legitimasi mereka di mata rakyat bergantung justru pada isu tersebut.

Mereka sangat menyadari bahwa, dalam pandangan sebagian besar penduduk Arab dan Muslim—bahkan di dalam masyarakat yang paling memusuhi Syiah dan Iran—Israel tetaplah menjadi bahaya terbesar serta musuh utama yang paling mendasar.

Sementara itu, terkait Iran, betapapun kerasnya upaya rezim-rezim ini dan media yang berafiliasi dengan mereka untuk membesar-besarkan citra Iran sebagai ancaman eksistensial bagi bangsa Arab, mereka tidak pernah berhasil membuat narasi tersebut lebih menggema di kalangan publik dibandingkan sentimen permusuhan terhadap Israel.

(@Cosmos_politic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. 🌿 INSPIRASI ISLAMI HARIAN
    Praktis • Edukatif • Inspiratif

    📌 Mari bergabung di kanal islami.top/wa dan sebarkan kebaikan. Kanal resmi berbagi wawasan keislaman berlandaskan Al-Qur’an & As-Sunnah.

    🎯 Fokus Kajian Kami:

    🎥 Video pendek (Faedah harian)
    📖 Wawasan keislaman
    💡 Tips kesehatan
    🔬 Sains: Keajaiban Ciptaan Allah
    🤲 Kisah mualaf yang menginspirasi
    ✨ Quote motivasi islami
    📝 Artikel keislaman
    📰 Kabar dunia Islam

    InsyaAllah, konten disajikan secara rutin dengan mengutamakan manfaat dan sumber yang terpercaya.

    📲 Tafadhdholu follow channel kami:
    https://islami.top/wa

    🌐 Website: islami.top

    1. satu anjing zionis al saud tolol muncul nunggu yg lain dulu ah, sambil ngopi, ayo wahaboy nongol, menggonggong kelen semua tunjukan ketololan kelen lebih keras dan semangat ya untuk membela yang bayar hehehe…. ayo kata kunci sesuai SOP, syiah, kawin kontrak, taqiyah cs, goblog kelen semua wkwkwk…