Mantan karyawan Burger King berhasil menggalang dana $200.000 lebih setelah dipecat akibat pernyataan “Free Palestine”

Arianna Hamilton, mantan karyawan Burger King, berhasil menggalang lebih dari 200.000 dolar AS melalui kampanye urun dana daring setelah dipecat dari sebuah gerai Burger King di Breinigsville, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Ia diberhentikan menyusul beredarnya video viral yang memperlihatkan dirinya menyerukan “Free Palestine” (Bebaskan Palestina) kepada seorang pelanggan berkewarganegaraan ganda Israel-Amerika saat berinteraksi di dalam gerai.

Insiden terjadi di gerai Burger King wilayah Breinigsville, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Pihak manajemen franchise lokal memberhentikan Hamilton dengan dalih adanya tindakan diskriminasi terhadap pelanggan serta penggunaan ujaran kebencian (hate speech).

Pasca pemecatan, Hamilton membuka penggalangan dana melalui platform GoFundMe bertajuk “Support Arianna After Job Loss for Free Speech” untuk menutupi biaya hidup seperti sewa tempat tinggal dan belanja bulanan selama ia mencari pekerjaan baru.

Donasi tersebut melonjak pesat dari puluhan ribu dolar hingga saat ini mencapai angka $224.524 (sekitar Rp 4 Miliar lebih) dalam hitungan hari berkat dukungan masif komunitas pro-Palestina di internet.

[VIDEO KEJADIAN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar