BREAKING: Pejabat tinggi keamanan Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sampai Amerika Serikat memenuhi tuntutan Iran

BREAKING: Pejabat tinggi keamanan Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sampai Amerika Serikat memenuhi serangkaian tuntutan yang luas, termasuk menarik militer AS dari wilayah sekitar Iran, membayar ganti rugi perang, dan mencairkan aset Iran yang dibekukan.

Iran secara resmi menetapkan enam syarat berat kepada Amerika Serikat sebagai poin mutlak sebelum koridor maritim global Selat Hormuz dapat dibuka kembali. Ketentuan baru ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, melalui media pemerintah.

Pernyataan keras ini seketika mengguncang jalannya pembicaraan damai yang awalnya diproyeksikan segera tercapai antara Iran dan Oman untuk memulihkan stabilitas jalur pasokan energi dunia.

Daftar Tuntutan Resmi Iran terhadap AS

Berdasarkan dokumen yang dirilis oleh badan penyiaran IRIB Iran, AS diwajibkan untuk “memperbaiki perilakunya” melalui poin-poin berikut:

  1. Penarikan Militer Total: Menarik seluruh kekuatan udara dan angkatan laut AS yang saat ini melakukan blokade di sekitar wilayah Iran.
  2. Ganti Rugi Perang: Membayar kompensasi secara penuh tanpa potongan atas segala kerusakan fisik dan kerugian yang dialami Iran akibat konflik bersenjata.
  3. Pelepasan Aset: Mencairkan dan mengembalikan seluruh aset keuangan milik rakyat Iran yang dibekukan atau disita secara sepihak oleh AS.
  4. Pencabutan Sanksi: Menghapus seluruh sanksi ekonomi ilegal yang dijatuhkan terhadap negara Iran.
  5. Penghentian Agresi Permanen: Menghentikan selamanya operasi militer terhadap wilayah Iran serta seluruh kelompok sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak.
  6. Larangan Ancaman: Menghentikan segala bentuk retorika ancaman maupun penghinaan terhadap nilai-nilai kesucian bangsa Iran.

Dampak dan Situasi Terkini di Lapangan

  • Negosiasi yang Terhambat: Pengumuman sepihak dari Iran ini menjadi batu sandungan besar (deal-breaker) bagi Gedung Putih di bawah pemerintahan Donald Trump. Pihak AS sebelumnya menegaskan bahwa pembekuan aset hanya akan dilepas jika Iran bersedia menyerahkan uranium yang diperkaya tinggi.
  • Krisis Energi Global: Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi seperlima pasokan minyak mentah dunia. Akibat konflik yang memanas sejak Februari ini, volume lalu lintas kapal merosot tajam dari rata-rata 130 kapal per hari menjadi hanya belasan kapal, memicu lonjakan harga BBM di AS hingga menyentuh rata-rata $4,02 per galon.
  • Eskalasi Militer Terkini: Sesaat sebelum pengumuman tuntutan dirilis, sebuah kapal tanker milik perusahaan negara Uni Emirat Arab (ADNOC) dilaporkan terkena serangan rudal Iran di selat tersebut, menegaskan bahwa wilayah ini masih menjadi zona pertempuran aktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. ini hukuman trlak bagi Tantrump yg membuatnya jd sgt frustasi dan dilematis, pangkalan militernya hancur, tentaranya byk jd korban, sekutunya tdk mau menolongnya, amunisinya kritis, selat hormus ditutup krisis bbm inflasi melonjak, negaranya kebakaran hutan dgn kerugian besar, terancam dimakzulkan pemilihan sela, kasus korupsi dan skandal epstein yg siap memasukanya ke dalam penjara

  2. tekan terus..!! mreka dah serang scara ilegal, membunuh, menghancurkan, ehh minta lebih..!!
    🤬🤬
    jgn mau tunduk cem negri² teluk ato wakanda..!! ehh.. 🫢🫢