Hashim Ungkap Kekhawatiran Investor soal Pemerintahan Prabowo-Gibran, INI PENYEBABNYA PAK

✍️Erizeli Jely Bandaro

Investor tidak hanya bertanya berapa besar pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mereka bertanya lebih sederhana: apakah kebijakan pemerintah dapat dipercaya dan diprediksi?

Keraguan muncul ketika disiplin fiskal melemah, beban utang dan bunga membesar, regulasi sering berubah, kepastian hukum lemah, serta independensi institusi dipersepsikan tertekan. Ditambah tata kelola dan korupsi yang masih menjadi persoalan serta ICOR yang tinggi, modal yang masuk menjadi semakin mahal untuk menghasilkan pertumbuhan.

Pasar kemudian menerjemahkan semuanya menjadi risk premium. Investor meminta yield SBN lebih tinggi, melakukan hedging terhadap rupiah, menunda investasi langsung, atau memilih negara lain yang menawarkan kepastian lebih baik. Sebab bagi pemilik modal, return tinggi tidak selalu menarik bila ketidakpastiannya lebih tinggi lagi.

Indonesia sebenarnya memiliki pasar besar, tenaga kerja, dan sumber daya alam luar biasa. Tetapi kekayaan tersebut tidak otomatis menjadi magnet investasi.

Investor bisa menerima risiko. Yang sulit mereka terima adalah aturan yang berubah di tengah permainan. Pada akhirnya, kredibilitas adalah mata uang negara yang paling mahal.

***

Utusan Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan adanya kekhawatiran dari sejumlah investor mengenai arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Adik kandung Presiden Prabowo itu mengatakan, kekhawatiran tersebut disampaikan oleh sejumlah kenalannya yang memiliki investasi di Indonesia. Mereka berasal dari Tiongkok, Hong Kong, hingga komunitas Indonesia di Amerika Serikat.

“Saya mendengar beberapa waktu ini dari kawan-kawan saya dari Tiongkok, dari Hong Kong, kawan-kawan saya orang Jawa di Amerika yang juga punya investasi di tanah air, di Indonesia, seolah-olah ini ada suatu kecemasan, sesuatu kekhawatiran di antara investor dari Tiongkok juga dari komunitas Jawa bahwa pemerintah Prabowo dan Gibran tidak bersahabat atau tidak pro pengusaha,” ujar Hashim saat menghadiri pelantikan Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah INTI masa bakti 2026-2030 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Menurut Hashim, pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang dijalankan.

“Pemerintah Prabowo dan Gibran itu sangat terbuka. Kalau ada kritik silakan, enggak ada masalah. Kritik itu selalu baik kalau membangun,” katanya.

Namun, Hashim mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi tindakan yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

“Tapi kritik jangan menjadi kekerasan, jangan jadi makar,” ujar dia.

https://money.kompas.com/read/2026/08/08/211143926/hashim-ungkap-kekhawatiran-investor-soal-pemerintahan-prabowo-gibran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

  1. Sebenarnya para babi2 itu sadar akan ketidak becusan mengurus negara tapi babi itu ndableg budeg tak mau dikritik songong sama rakyat merasa benar zendiri penyakit tak tau dirinya udah akut tak bs diobati salah satunya jalan buang semua kelaut buat makan ikan

  2. Perusak negara londo ireng termasuk orang gila di sini yang suka kodran kadrun yemn jadi sumber bencana saja, mereka itu harus dimusnahkan dibuang saja ke pulau babi.

  3. Gimana investor mau investasi di Indonesia, kalau pemerintah berperan sbg Regulator sekaligus Market Player ? Diriin KDMP ngancam tutup Alfa dan Indo Mart. Kan gebleg !