Malaysia berani putuskan hubungan apapun dengan Israel, Indonesia tidak berani putuskan hubungan dagang dengan Israel

Malaysia berani putuskan hubungan apapun dengan Israel. Indonesia tidak berani putuskan hubungan dagang dengan Israel.

Secara rata-rata pendapatan per kapita dan kesejahteraan individu, Malaysia lebih makmur daripada Indonesia. Pendapatan per kapita Malaysia berada di kisaran US$13.000–US$15.000, sedangkan Indonesia berada di sekitar US$5.000.

Indonesia dan Malaysia sama-sama tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Namun, pendekatan kedua negara dalam kebijakan ekonomi dan perdagangan luar negeri memiliki perbedaan yang signifikan.

Kebijakan Perdagangan Malaysia vs Indonesia

Berikut adalah perbedaan mendasar dalam aktivitas perdagangan kedua negara dengan Israel:

  • Kebijakan Malaysia: Pemerintah Malaysia menerapkan larangan total terhadap perdagangan langsung dengan Israel. Perdana Menteri Anwar Ibrahim secara konsisten melarang kapal dagang berbendera Israel bersandar di pelabuhan serta menolak masuknya warga negara Israel. Pemerintah Malaysia bahkan menyita kontainer yang kedapatan menjadi jalur transit komoditas terkait Israel.
  • Kebijakan Indonesia: Indonesia secara resmi tidak memiliki perjanjian dagang bilateral maupun hubungan diplomatik formal dengan Israel. Namun, aktivitas ekspor-impor tetap tercatat di Kementerian Perdagangan melalui transaksi pihak ketiga atau skema antarbisnis (business-to-business / B2B) di pasar global.

Indonesia impor dari Israel sekitar 22 juta dolar AS pada tahun 2023.

Kemudian menjadi lebih dari 54 juta dolar AS pada tahun 2024 — tahun yang sama ketika rumah sakit di Gaza rata dengan tanah dan anak-anak dievakuasi dari reruntuhan.

Pada tahun 2025 impor akhirnya turun, sekitar 27%.

Tetapi pada pertengahan tahun 2026, angka tersebut sudah mulai naik kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar