Wapres pengganti jika Gibran lengser: AHY, Puan, hingga Teddy

Seperti yang Anda sekalian ketahui, Gibran Rakabuming Raka diperkarakan di Mahkamah Konstitusi. Sama seperti bapaknya, dia punya masalah ijazah. Dia diduga tidak punya ijazah SMA.

Kita tidak tahu kebenarannya. Nanti Mahkamah yang akan menentukan.

Hanya saja, bagaimana jika MK mengabulkan gugatan itu? Pastilah akan terjadi medan pertarungan politik baru.

Pertama, penentuan apakah Gibran otomatis akan diberhentikan? Pemberhentian wakil presiden yang masih menjabat secara konstitusional itu memerlukan proses sidang MPR. Jadi, secara hukum, kalaupun MK menemukan pemalsuan ijazah, Gibran tidak bisa dengan serta merta diberhentikan tapi diputuskan oleh MPR.

Kedua, jika nanti benar-benar Gibran didepak dari posisinya sebagai wapres maka presiden harus mengajukan dua nama pengganti ke MPR. Disinilah proses pertarungan politik akan dimulai. Siapa yang pantas menggantikan Gibran?

Nama-nama yang beredar adalah AHY, Puan Maharani, atau bahkan Teddy Indra Wijaya. Mungkin juga nama Bahlil akan muncul ke permukaan. Bahlil? Iya, dia ketua Golkar dan partai ini menguasai suara terbanyak kedua pada Pileg kemarin.

Juga, memang kedengaran aneh kaau nama Teddy muncul ke permukaan. Tapi ini adalah politik dan Prabowo kalau sudah punya mau sulit untuk ditolak. Dia tidak mendengarkan orang lain.

Kemudian ada yang menyela, presiden dan wakil presiden kan satu paket. Kalau wakilnya dipecat, ya harusnya presiden juga, dong? Kan katanya Jokowi (kalau dia tidak bohong), Prabowolah yang minta Gibran untuk jadi wakilnya karena kalau tidak maka koalisi pendukung Prabowo akan pecah.

Yang jelas, kita akan melihat manuver-manuver di kalangan elit poltik untuk menggantikan Gibran.

Jadi, ada dua persoalan. Pertama, presiden dan wapres adalah satu paket. Tiji tibeh. Mati siji, mati kabeh. Kalau yang satu dipecat, yang lainnya ikut jatuh juga? Konstitusi sayangnya tidak berpihak pada logika ini.

Kedua, siapa yang pantas menggantikan Gibran? Gimana menurut Anda?

(Made Supriatma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 komentar

  1. Mau bagaimana pun formatnya, pilpres kali ini mmg bermasalah sejak awal … dan kelak akan ditulis di lembaran sejarah sbg pilpres plg brutal, tak beradab dan menyalahi konstitusi …

    1. penulis kan suku Bali
      kok gak kafir musyrik mungkin oten

      lihat usulan nya
      3 orang ini kan gak jelas agamanya alias Islam KTP

      gak ada kan nama Anis

      dari dulu si made ini mau apapun yang dia bahas tentang masalah negara…gak pernah nyinggung nama Anis sebagai solusi negeri ini. dia lewatin aja nama Anis.

      kesimpulan saya
      kafir kafir di negeri ini mau kafir musyrik mau kafir oten.
      gak ada yang mau jadikan Anis sebagai pemimpin puncak negeri ini. benci dan takut.

      kalau Indonesia jadi negara maju dan merata kekayaan penduduknya… mereka/kafir kafir ini gak mau muslim jadi ikut maju dan pintar
      terutama pulau Jawa

      kafir kafir ini cuma mau status quo

      coba lihat salah seorang penghuni di portal ini
      AF… lihat komen nya thdp Anis
      bisa aku pastikan dia kafir mungkin dari orang cina

      jadi tetaplah berburuk sangka kepada kafir kafir di negeri ini.

      karena itu memang perintah Al Qur’an.
      jangan kasih kendor.

  2. Bangsa yg besar harus berlapang dada untuk memperbaiki kesalahan , supaya jadi pelajaran bagi generadi yg akan datang.

    Klu memang tdk memenuhi syarat harus diganti, lebih baik salah diperbaiki dari membiarkan salah terus berlanjut.

  3. Gerombolan ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI kompak berkata: “Kami yakin kalau mbah GendruWO Wowo aNTEK asing Gemoy omon omon junjungan sekaligus sesembahan kami akan memilih adiknya si FuFuFaFa sebagai wapres yaitu si Kaesang Pangarep‼️”

    Gerombolan TerMul dan TerWo Tolol itu selalu berharap agar Gerombolan TerMul dan TerWo tetap solid bersatu padu dalam menjalankan misi bersama dalam MENJALANKAN KISI MISI KEZALIMAN‼️