Pemerintah Indonesia secara resmi telah melunasi seluruh sisa kewajiban surat utang terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis ekonomi 1997-1998.
Pemerintah menggunakan surplus Bank Indonesia (BI) sebesar Rp 55 triliun untuk melunasi sisa utang. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pelunasan kewajiban tersebut telah rampung pada Agustus 2026.
- Asal-usul Utang: Total utang akibat penanganan krisis moneter 1997-1998 (termasuk Bantuan Likuiditas Bank Indonesia/BLBI) mencapai Rp640 triliun.
- Fakta Pelunasan: Utang jumbo ini sudah dicicil dan dibayar secara bertahap oleh pemerintahan presiden-presiden sebelumnya selama hampir 30 tahun.
- Era Prabowo: Pada Agustus 2026, pemerintah menutup lembaran sejarah krisis tersebut dengan melunasi sisa terakhir sebesar Rp55 triliun. Pembayaran ini memanfaatkan penerimaan negara yang berasal dari surplus Bank Indonesia (BI).
UTANG BARU
Sejak dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024 hingga pertengahan 2026, posisi utang pemerintah tercatat bertambah sekitar Rp1.819 triliun (dari Rp8.473,90 triliun pada akhir September 2024 menjadi Rp10.293,69 triliun pada akhir Juni 2026).
Rincian Perkembangan Utang
- Posisi Awal: Rp8.473,90 triliun (September 2024 menjelang pergantian pemerintahan).
- Posisi Terbaru: Rp10.293,69 triliun (per akhir Juni 2026).
- Total Penambahan: Nyaris menyentuh angka Rp1.820 triliun dalam kurun waktu kurang dari dua tahun masa pemerintahan.
- Rencana Pembiayaan: Penambahan utang baru ini dialokasikan melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) serta penarikan pinjaman baik dari dalam maupun luar negeri guna menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).








syukur alhamdulillah nkri berhutang utk rakyat dan utk membiayai apbn berjalan utk melindungi segenap tumpah darah bayangkan kalo kita spt yaman yg dijajah syiah rakyat busung lapar tp uang utk memerangi saudaranya sendiri disebelahnya, ingat sabda nabi supaya bersyukur lihat ke bawah jgn ke atas mulu masya Allah
pala otak kau…, jilat babi
masih kurang bro :
untuk meracuni anak sekolah, untuk membayar kompensasi pendukung pilpres, dialirkan ke koruptor, untuk membayar buzzer, untuk jalan jalan ama yayang ke LN
terwo bacanya cuma sekilas “utang lunas” … faktanya tutup lobang, gali jurang …
hey nyet kalo prof dr yg mulia anies baswedan muncul disini luh bisa bersyukur nda pdhl tidak merugikan negara gelandangan pula
giliran negara nyungsep disuruh bersukur