Tucker Carlson: Perang Trump terhadap Iran adalah ‘kesalahan terbesar’ yang pernah dilakukan oleh presiden AS mana pun

Hubungan antara Donald Trump dan Tucker Carlson dilaporkan semakin merenggang. Carlson bahkan menyebut keputusan Trump melancarkan perang terhadap Iran sebagai kesalahan terbesar dalam kebijakan luar negeri yang pernah dibuat presiden Amerika sepanjang hidupnya.

Dalam wawancara yang tayang 12 April di program “Sunday with Laura Kuenssberg” milik BBC, Carlson ditanya apakah ia menganggap Trump berada di bawah pengaruh Benjamin Netanyahu.

Carlson tidak menjawab secara hitam-putih, namun ia menilai bahwa peran pemerintah Israel sangat besar dalam mendorong kebijakan tersebut. Menurutnya, meski tidak sesederhana mengatakan Trump “dikendalikan” Netanyahu, anggapan itu juga tidak sepenuhnya keliru.

Ia kemudian menyampaikan kritik paling kerasnya: keputusan Trump berperang dengan Iran demi mengganti rezim disebutnya sebagai kesalahan terbesar, bukan hanya bagi Trump, tetapi juga bagi presiden Amerika mana pun dalam beberapa dekade terakhir.

Saat pewawancara menyinggung bahwa presiden-presiden sebelumnya pernah menolak tekanan Netanyahu, Carlson langsung setuju. Ia mengatakan, hal itu memang pernah terjadi dan ia berharap Trump melakukan hal yang sama, namun kenyataannya tidak.

Carlson juga menuduh pejabat Israel secara aktif memengaruhi Amerika Serikat hingga terseret ke dalam perang yang menurutnya merugikan AS dan dunia. Ia mengaku melihat sendiri bagaimana arah kebijakan Washington digiring ke konflik tersebut.

Pada 10 April, dalam wawancara dengan Newsmax, Carlson bahkan menyebut Trump sebagai “terikat” oleh kepentingan pihak lain dan menilai cara Trump menangani perang ini “sulit untuk disaksikan.” Ia menambahkan bahwa Trump tampak tidak sepenuhnya bebas mengambil keputusan.

Komentar Carlson muncul setelah Trump, melalui media sosial pada 9 April, menyerang para pengkritik dari kalangan pendukungnya sendiri. Ia menyebut mereka ber-IQ rendah, tidak relevan, dan hanya mencari perhatian. Trump juga mengklaim pandangan mereka bertentangan dengan gerakan MAGA yang mengantarkannya menang telak dalam pemilu.

Secara khusus, Trump menyinggung Carlson dengan mengatakan bahwa mantan pembawa acara Fox News itu “tidak lagi sama” sejak dipecat.

Perang terhadap Iran yang terjadi di tengah perundingan nuklir memicu kritik dari sejumlah tokoh media yang sebelumnya dekat dengan Trump. Mereka mempertanyakan keputusan tersebut, yang dianggap dipengaruhi oleh lobi pro-Israel di Washington.

Dalam episode 6 April dari acaranya, Carlson menyebut ancaman Trump terhadap infrastruktur sipil Iran sebagai “kejahatan perang” sekaligus “kejahatan moral.”

Sementara itu, politisi Partai Republik Marjorie Taylor Greene bahkan menyerukan agar Trump dicopot dari jabatan melalui Amandemen ke-25, setelah presiden mengeluarkan pernyataan kontroversial di media sosial.

Sejumlah survei menunjukkan bahwa perang terhadap Iran tidak populer di kalangan publik Amerika. Konflik ini dinilai telah menghabiskan miliaran dolar tanpa menghasilkan tujuan yang jelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar