Sosok Yenna Yuniana Bos pemenang Tender motor listrik MBG Rp 2,4 Triliun… yang motornya itu mirip motor china di alibaba harganya 9-10 juta tapi khusus MBG harga 50 juta🤯
Sosok Yenna Yuniana (ada yang menulis Yenna Yuliana) menjadi sorotan publik pada April 2026 setelah perusahaannya memenangkan tender pengadaan motor listrik senilai Rp 2,4 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).
Berikut adalah poin-poin utama terkait profil dan isu yang melingkupinya:
- Jabatan dan Perusahaan: Ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Yasa Artha Trimanunggal, yang merupakan induk dari PT Adlas Sarana Elektrik. Perusahaannya ditunjuk untuk menyediakan sekitar 25.000 unit motor listrik merek Emmo JVX GT dengan harga per unit sekitar Rp 49,95 juta dengan total pagu anggaran sekitar Rp 2,4 triliun.
- Kontroversi Tender: Proyek ini memicu perdebatan karena nilai pengadaannya dianggap fantastis dan proses tendernya dinilai kurang transparan oleh publik. Beberapa pihak di media sosial juga menyoroti kemiripan fisik motor tersebut dengan model yang dijual jauh lebih murah di platform luar negeri.
- Sosok yang Tertutup: Meski tinggal di hunian mewah, ia dikenal sangat tertutup. Ketua RT setempat mengaku tidak pernah melihat wajahnya secara langsung karena komunikasi selalu dilakukan melalui perantara pegawai.
- Pernah Dipanggil KPK: Berdasarkan data hukum, Yenna pernah dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada November 2025 sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) beras.
Usut Dugaan Korupsi Bansos, KPK Periksa Direktur JSK dan Perusahaan Swasta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga saksi terkait kasus dugaan korupsi penyaluran bansos beras untuk keluarga penerima manfaat (KPM) pada Program Keluarga Harapan (PKH) TA 2020. Pemeriksaan dilakukan pada Senin (3/11/2025).
Ketiganya adalah Direktur PT Yasa Artha Trimanunggal (PT YAT), Yenna Yuniana; Direktur Jaminan Sosial Keluarga (JSK) Ditjen Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial RI tahun 2020-2021, Rachmat Koesnadi; dan Legal Manager PT Dos Ni Roha Corporation (Grup PT DNR Corporation), Petrus Susanto.
“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” ujar Budi dalam Keterangan tertulis, Senin (3/11/2025).
Sebelumnya, KPK menetapkan lima tersangka baru dalam pengembangan kasus dugaan korupsi bansos di Kementerian Sosial (Kemensos).
Lembaga antirasuah menyebut potensi kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp200 miliar dari total nilai proyek sekitar Rp336 miliar.
Kasus ini merupakan pengembangan perkara korupsi bansos beras untuk Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) tahun 2020–2021, yang sebelumnya menjerat mantan Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (BGR), Muhammad Kuncoro Wibowo, bersama sejumlah pihak lain.









rezim dongo kuadrat gini mau2 aje si af nyebokin..hadeuh..
yg udah berurusan KPK malah jd mitra BGN