Siapa yang paling ‘menang banyak’ dari aksi 27 Agustus ini?

Aktivis Buruh Bung Iyut @kafiradikalis:

(1) Yah massa Pati. Kenapa?

Jumlah mereka cuma 200-an orang

Tapi dapat dukungan massa organik+anorganik hingga ribuan orang (per jelang jam 2 siang sekitar 2000an (mentok 3000) orang di area DPR.

    Dengan jumlah massa seminim itu (untuk ukuran aksi nasional) tapi dapat spotlight/perhatian sebesar itu, apalagi datang dari daerah, itu adalah sesuatu banget.

    Ingat, demo gagalin Kaesang (saat Pilkada) dengan tajuk Peringatan Darurat aja massa di gedung DPR saat itu cuma 1000an orang aja padahal dari area ibukota. Padahal yg turun udah beberapa artis.

    (2) Yang ke-2 menang banyak yah korlap massa anorganik. Cuan banget.

    Mungkin requestnya 5000an massa tapi yg datang cuma 1000an aja.

    Massa organik dari pantauan yah kisaran 500an orang, mostly ojol. Ini sesuai angka yg kemarin gw dapat dari para organisatoris ojol.

    Dari massa Pati pada hari ini kita diingatkan tentang demo yg benar yakni pada hari H sebelum jam 7 pagi massa dah kumpul.

    2 syarat mutlak jika demonstrasi mau berhasil:

    1. Pada hari H massa sudah kumpul sebelum jam 7 pagi
    2. Sebelum hari H, minimal 1 bulan sebelumnya konsolidasi dengan berbagai elemen, mutlak harus ada pertemuan fisik 1x/minggu

    Nah massa Pati luput pada no 2 ini makanya elemen yg ikut terjun gak beragam.

    Kelompok utama buruh dan mahasiswa malah gak turun. Kalau benar isu nasional, yah 2 tulang punggung massa tsb (buruh dan mahasiswa) sudah pasti turun arena.

    Tapi kalau ada yg bilang bahwa demonstrasi 27 Agustus adalah gerakan gak organik yah gak tepat juga lah.

    Semua demo besar level nasional bisa terkontaminasi oleh massa anorganik.

    Karena ada fenomena klasik di mana para penunggang terutama dari politikus pengen ambil kredit dari setiap aksi massa.

    Bahkan sekalipun tuntutannya murni aspirasi keresahan rakyat, mereka ini akan tetap kirim massa anorganik agar bisa klaim kredit untuk bisa dipamerin ke sirkel² pejabat. Mereka lah kaum party pooper dalam dunia aksi massa.

    2 dekade gw berkecimpung di dunia aksi massa, makanya bisa “memastikan” bahwa fenomena tsb memang benar adanya.

    Maka masing² pihak saling menunggangi. Karena massa yang lagi berdemonstrasi pada khittahnya yah pengen menjaring massa sebanyak mungkin. Ini gak bisa disangkal. The more the merrier. Jadi kalo ada massa anorganik mau ikut nambahin jumlah massa yah dengan senang hati diterima.

    Jadi kalo ada kalimat:

    “Ah demonya ditunggangi”

    Yah itu benar² kalimat konyol in terminis.

    Seperti pada aksi 27 Agustus ini, tuntutan RUU Perampasan Aset mungkin agak fishy tapi tuntutan ke-2 untuk menghukum mati koruptor dah pasti sebagian besar didukung rakyat.

    Massa organik bisa turun pada tuntutan ke-2 tsb. Mereka menyumbang logistik yah murni. Apalagi yg dah kadung muak ma rezim, dengan senang hati mereka donasi.

    Massa Pati tuntutannya murni gak? Yah ada tuntutan lain selain ke-2 isu tsb yakni hapuskan pajak² yg menyusahkan rakyat.

    Walau soal tuntutan pajak tsb cukup abstrak karna gak spesifik tapi itu valid mewakili rakyat. Jangan rakyat kecil, pengusaha aja yah pengennya gak bayar pajak lah.

    Tuntutan yg disuarakan valid, masyarakat organik bisa masuk dari tuntutan salah 1 atau salah 2 dari 3 tuntutan tsb.

    Pada akhirnya, demo yg digawangi massa Pati pada hari ini valid mewakili keresahan rakyat kepada rezim.

    Dan sudah lama juga, 10 tahun, sejak aksi 212, kita gak melihat sampel demo yg benar.

    At least menjalankan 1 dari 2 “syariat” demonstrasi yg benar, yakni:

    Pada hari H massa berkumpul sebelum jam 7 pagi… (“,)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *