ANTIKLIMAKS?
By Meilanie Buitenzorgy
Warga kecewa dengan drama antiklimaks ala Botok dkk.
Bacaan saya atas plot twist demi plot twist:
1. Para pendemo dan para suporter diluar kelompok Pati nih punya tuntutan firm “Satu Paket”. Tapi nggak berani menyuarakan. Ngandelin Botok cs untuk ngomong di depan mic.
2. Botok cs udah firm juga tuntutannya cuma 2: RUU Perampasan Aset Koruptor dan Hukuman Mati Koruptor.
3. Tuntutan Botok cs SESUAI banget dengan maunya penguasa parlemen maupun istana. Makanya yang diterima masuk cuma Botok cs.
4. Don Dasco kasih angin surga 15 Desember RUU Perampasan Aset xxxx (masih belum jelas betul xxxxx nya itu Tipikor atau Tindak Pidana atau apaaa, simpang siur) KELAR. Botok cs merasa menang. Kelar. Bubar.
5. Kelompok massa yang lain kecele, merasa dipermainkan Botok cs. Terutama kelompok Ojol yang udah mati-matian ngawal Botok cs supaya nggak dicyduk Parcok.
6. Sebubarnya Bothk cs. Mahasiswa dan anak2 STM demo part 2 terpisah di siang hari dengan tuntutan lebih komprehensif termasuk evaluasi MBG, Kopdes dll.
7. Jadi kalau mau disederhanakan, ada 3 kelompok yang membawa aspirasi berbeda:
- Kelompok Pati/Bothok cs: bawa aspirasi RUU Perampasan Aset + Hukuman Mati Koruptor
- Kelompok Mahasiswa dan pelajar: bawa aspirasi 8 tuntutan komprehensif
- Kelompok Grasroot (ojol, white collar, CEO, cewe2 gaul, IRT, dll): bawa aspirasi “Satu Paket” tapi ga berani ngomong eksplisit, watir dituduh makar ama rezim represif.
8. Salahnya kelompok Grassroot terlalu ngandelin Bothok, terlalu yakin Bothok cs bakal berani menyuarakan aspirasi Grassroot. Padahal dari kemaren-maren Bothok cs udah ngomong bahwa aspirasi mereka emang cuma 2 itu doang. So, Lesson learned: next GA BOLEH ngandelin. Ga boleh gentar. Mumpung ada momentum. Sayang sih kan momentumnya ilang.
9. Moon maaf tapi Bothok cs mungkin ga cukup punya cukup kapasitas untuk memahami bahayanya RUU Perampasan Aset + Hukuman mati koruptor di tangan Rezim Korup. Katakanlah RUU itu tok tok tok diketok 15 Desember ya. Trus… taraaaa…. yang divonis KORUPTOR adalah orang-orang macam Tom Lembong, Ira Puspa, Nadiem Makarim, sebagaimana yang UDAH KEJADIAN. Trus kita mau apa? Sampai sini udah paham belum kenapa Bothok cs diterima dengan ramah oleh Don Dasco cs? Di tangan rezim korup yang di back-up legislatif dan yudikatif bajingjing, vonis koruptor bukanlah produk hukum yang berkeadilan, tapi sekedar alat tebang pilih menyingkirkan orang-orang lurus yang dangerous bagi stabilitas rezim korup.
10. Etapi drama belum selesai ya. Endingnya Kelompok Mahasiswa-Pelajar belum ketahuan nih. Masih berlangsung keknya ya. Yuk kita kawal.
11. Kelompok Grassroot harus mampu memformulasikan tuntutan berbasis akar masalah. Akar masalahnya, kan kan kan, rezim korup yang MUSTAHIL bisa diperbaiki. Jadi udah tau dong kita tuh sebenernya mau nuntut apa. (eh eh eh sebenernya masalah kelompok Grassroot tuh kemampuan memformulasikan atau keberanian menyampaikan sih? Ini yang belum jelas sih…)
12. Kembali yuk kita ingat bahwa “Tidak akan berubah nasib suatu kaum kecuali jika kaum itu sendiri mau mengubah nasibnya.” Jadi, kalau punya aspirasi, mesti berani SAY IT LOUD.
Yawdah sekarang mah yuk kawal kelompok Mahasiswa-Pelajar yang masih di jalanan. Gasah lagi ngarep kelompok nganu yang overrated itu yaaa. Semoga mereka selamet sentosa pulang kembali ke kampungnya. At least mereka udah menginspirasi Grassroot untuk turun hari ini lho, dan itu tuh SESUATU BANGET untuk perjalanan sejarah bangsa ini. So thanks to them.







