“Keluhannya apa Pak?”
“Tenggorokan kering Dok, gatal, dan mulai berdahak kental. Badan pegal semua dan tulang-tulang terasa mau copot…”
“Habis perjalanan jauh ya?”
“Iya Dok. Mudik ke Medan”
“Perjalanan Darat?”
“Samarinda ke Medan perjalanan udara, tapi di Medan kami sewa mobil dan perjalanan darat ke Aceh dan Gunung Tua. Lumayan jauh”
“Oh. Pantas”
Setelah mencatat sejenak, dokter muda itu berkata “Maaf, Pak. Tapi kami tidak bisa menangani ini dengan BPJS?”
“Kami pasien Umum Pak, kami bukan BPJS” sambut istri yang berdiri disamping tempat tidur Pasien, tempat saya berbaring.
“Kemarin juga baru dari sini. Antar anak sulung kami berobat. Kami tidak pakai BPJS-BPJS an”
Ok. Jelas ya. Mengapa sampai sekarang saya belum mau melunasi tunggakan dan mengaktifkan BPJS kami.
Padahal tunggakannya cuma empat jutaan. Sementara berobat ke Rumah Sakit ini, seperti kemarin, cuma masuk infus dan sekali berobat jalan habis juga satu jutaan.
Beberapa bulan yang lalu, anak Nomor Dua, pernah rawat inap tiga malam, habis delapan jutaan.
Sebenarnya, hitungan-hitungan pakai BPJS bisa jauh lebih murah.
Cuma masalahnya, seringkali pelayanan BPJS masih terbatas dan maaf, seperti di anak tirikan. Padahal kita bayar iuran kan?
Contoh paling mudah, kalau Pasien umum, datang, langsung dilayani.
Pasien BPJS, datang, daftar, lengkapi dan penuhi syarat ini-itu, beres baru dilayani, kalau ngga beres, ya tidak bisa dilayani.
Saya bahkan pernah lihat di salah satu Klinik ada tulisan “Sabtu-Minggu tidak melayani Pasien BPJS”.
Lah, emangnya sakit bisa dikondisikan?
Jadi maaf, sekalipun kemungkinan hitungannya lebih murah, katakanlah cuma 600 ribuan perbulan, setahun cuma tujuh jutaan, sementara tanggung sendiri bisa belasan bahkan puluhan juta, tapi sepanjang pelayanan BPJS belum sebaik Pasien Umum, kami tidak akan ikut BPJS sampai kapan pun!
(AZWAR SIREGAR)
*sumber: fb







kau ngomong lah / kasih masukan ke junjungan mu yg mengaku macan asia itu..selagi dia jadi presiden lae
tidak bisa lah apalagi kadrun sudah sakit jwa gak tertahankan akhirnya cuma bisa maki2 negara aja hahahaha
Negara dah “dimaki-maki” aja masih ga bener hasil kerja-nya,,,
apalagi gak “dimaki-maki”,,,,,
mau lu balik lagi kayak jaman Orba…!!?
Bisa jadi lu yg sakit jiwa, AF…
L.O.L
lu mirip Kesot Goblin, yg kritis lu sebut kadrun
dasar rasis pesex
Itulah sebabnya Bani 58 persen seperti kau ini yang pekok,bodoh,tolol,dungu lebih pilih proyek korupsi makan beracun gratis dibandingkan dengan kesehatan 🤣