

Isu mengenai nilai tukar rupiah yang dikhawatirkan mendekati Rp20.000 per dolar AS kembali mencuat setelah adanya pernyataan dari Hashim Djojohadikusumo (Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus adik Presiden Prabowo Subianto) dalam acara Rapimnas Kadin pada 29 Oktober 2026. Hashim memperingatkan adanya potensi pelemahan rupiah hingga kisaran Rp20.000 hingga Rp22.000 per dolar AS apabila stabilitas pasar modal terganggu dan investor asing menarik dananya.
Kritik masyarakat saat ini banyak dikaitkan dengan jejak digital atau pernyataan masa lalu dari pihak Gerindra dan Prabowo yang dulunya kerap menyoroti pelemahan rupiah di era pemerintahan sebelumnya.
Terdapat dua sudut pandang utama dalam merespons situasi ekonomi dan pergerakan nilai tukar ini:
- Pandangan Pemerintah dan Pendukungnya:
Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Pemerintah juga menekankan bahwa fluktuasi nilai dolar tidak berdampak langsung secara ekstrem bagi masyarakat di pedesaan yang tidak menggunakan dolar dalam kehidupan sehari-hari, melainkan lebih berpengaruh pada pelaku usaha besar atau masyarakat yang sering bepergian ke luar negeri. Upaya penguatan ekonomi terus difokuskan pada perbaikan tata kelola internal, optimalisasi penerimaan negara melalui sistem elektronik, serta kemandirian harga komoditas strategis nasional. - Pandangan Kritikus dan Analisis Pasar:
Di sisi lain, para pengamat ekonomi dan netizen menilai bahwa pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level terdalam di era baru ini (berada di kisaran Rp18.200 per dolar AS dalam beberapa bulan terakhir) tetap menjadi tanggung jawab pemerintah. Pelemahan ini dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga barang impor, biaya logistik, hingga memberikan beban tambahan pada sektor industri yang bergantung pada bahan baku luar negeri. Kritikus meminta pemerintah fokus memperbaiki iklim investasi agar dana asing tidak keluar dan menstabilkan nilai tukar secara nyata.








Justru karena dia presidennya….malah bisa tembus 25rb
orang desa gak pake dollar… begitu lah jawaban orang yg gak kompeten jd presiden 🤣🤣
hayoooo koe ANONim (Akal Nol, Otak miNim) MUNAFIK ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI…lu pasti happy kan dengan terus terpuruknya negeri ini dibawah kepemimpinan junjungan sekaligus BERHALA SESEMBAHAN mu⁉️
ngoahahaha….🤣😝😂😅
Habis mottonya “Berkelanjutan” dari rezim sebelumnya sih. Jadi klu rezim sebelumnya Rp 18.000 per dollar maka harus dilanjutkan jadi Rp 20.000 per dollar dst