Cengengesan

Heh, Pandu,

Kalau elu masih punya integritas, etika, moralitas, prinsip-prinisp, maka elu seharusnya sudah mundur dari jabatan Danantara.

Elu ngoceh kemana-mana soal bersih-bersih di BUMN. Elu ngoceh tentang hard reset, bla bla seolah paling berintegritas, eeh, elu ketahuan deh punya saham di sekuritas pelaku manipulasi harga.

Inilah contoh kesekian dari betapa kacau balaunya negeri ini.

Pandu ini pinter, dia memiliki PT AAS, 99% kepemilikannya. Lantas PT AAS pegang saham sekuritas SS, 23%. Wah wah, tentu saja harus begitu, diakalin agar kepemilikannya tidak langsung. Dan lagi-lagi, tentu saja dia ngoceh bela diri tidak terlibat dalam manajemen, dll. Tapi mau dia jungkir balik, adalah fakta, dia pegang saham di sekuritas yang telah kena vonis pelaku manipulasi harga.

Entah apa komentar teman-teman, kolega-koleganya, palingan saling bela dan lindungi deh. Tapi menurut standar etika, good governance terbaik, orang ini jelas telah gugur. Bukannya sejak tahun-tahun lalu bergegas melepas saham tsb, eh, malah ketahuan.

Orang ini tidak pantas lagi jadi petinggi Danantara. Bayangkan, Danantara yang investasi beli-beli saham di bursa, petingginya model begini, punya perusahaan sekuritas. Dan sekuritas itu jelas-jelas pelaku manipulasi harga.

Maka,

Jika di sini ada keluarga, tetangga, temen-teman Pandu, bilangin ke dia: mundur!

Berhentilah bersilat lidah, membela diri. Cobalah sesekali panggil nurani.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar