Purbaya Tarik Utang Dolar AS Demi Pompa Rupiah yang Amblas

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali mengambil langkah strategis di pasar keuangan global dengan menerbitkan surat utang internasional berdenominasi dolar Amerika Serikat. Nilai penerbitan global bond tersebut ditargetkan mencapai sekitar US$2 miliar hingga US$3 miliar.

Purbaya menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pasokan dolar AS di dalam negeri sekaligus membantu memperkuat posisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

Dalam konferensi pers terkait laporan APBN di Jakarta pada Selasa (19/5/2026), ia menyebut tambahan dana hasil penerbitan obligasi global akan menambah likuiditas dolar di pasar domestik.

Menurut rencana, obligasi global tersebut diterbitkan dalam dua tenor berbeda, yakni tenor lima tahun dengan estimasi kupon sekitar 5,3% dan tenor sepuluh tahun dengan kisaran kupon 5,9%. Saat ini proses penerbitannya masih berada pada tahap penawaran kepada investor.

Purbaya optimistis masuknya pasokan dolar dari hasil penerbitan surat utang akan memberikan dampak positif terhadap stabilitas rupiah dalam waktu dekat. Ia bahkan memberi sinyal bahwa penguatan rupiah bisa segera terjadi apabila aliran dolar terus bertambah di pasar domestik.

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga sempat melontarkan komentar terkait kepemilikan dolar AS oleh masyarakat. Ia menyarankan agar pemegang dolar mempertimbangkan untuk melepas asetnya karena rupiah diperkirakan memiliki peluang untuk menguat.

Langkah penerbitan global bond ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas pasar keuangan sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar