Anies akhirnya speak up kondisi terkini: “Indonesia tidak baik-baik saja”

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Teman-teman semua izinkan saya berbagi pandangan.

Saya mengikuti dengan seksama apa yang sedang terjadi di negeri ini.

Dan terus terang kondisinya tidak baik-baik saja. Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah. Harga-harga naik, kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah, tabungan tergerus.

Dan ini berdampak pada hajat hidup orang banyak.

Tantangan di depan juga masih panjang. Geopolitik yang memanas, konflik membayang di Timur Tengah.

Dan para ilmuwan mengingatkan El Nino terkuat dalam sejarah pengamatan itu sudah ada depan mata.

Satu ujian saja berat, saat ini beberapa datang bersamaan. Maka beratnya berlipat.

Dalam situasi seperti ini, yang paling dibutuhkan pasar dan publik adalah satu hal. Kepastian. Bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula.

Tapi kepastian yang lahir dari transparansi dan kejujuran. Dari arah yang jelas, dari pemerintah yang tahu akan ke mana negeri ini dibawa. Sayangnya itu yang justru tidak kita dapatkan.

  • Data dipilih-pilih, hanya yang baik yang ditampilkan, yang buruk disembunyikan.
  • Komentar pejabat soal situasi serius sering terdengar enteng bahkan bercanda.
  • Kebijakan berubah-ubah, hari ini begini, besok berbeda.

Pasar bingung, publik bingung, investor menahan diri bahkan sebagian kabur.

Keteladanan juga tidak hadir. Di saat rakyat diminta berhemat mengencangkan ikat pinggang, pemerintah justru sibuk dengan hal-hal yang bukan prioritas. Pemborosan di atas, pengetatan di bawah. Ini tampak sebagai ketidakpekaan.

Peringatan sudah datang dari mana-mana.

Dari ekonom dalam negeri, dari lembaga keuangan internasional, dari media-media nasional dan internasional yang mengelamati Indonesia.

Tidak mungkin mereka semua keliru bersama-sama di saat yang sama.

Ini yang dipertaruhkan sudah hajat hidup peratusan juta orang.

Maka situasi ini harus diperlakukan dengan keseriusan yang sepadan.

Orang-orang ini sudah mengajak kepada pemerintah, berhentilah memberi obat tidur kepada publik. Buka data apa adanya. Sampaikan masalah dengan jujur. Berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten. Pimpin secara solid, ajak dan dari atas sampai bawah.

Itu yang menenangkan pasar, dan itu juga akan menenangkan rakyat.

Lalu pada teman-teman semua, bersiaplah. Suka tidak suka, masa-masa berat masih ada di depan kita.

Tekanan ekonomi belum merdah, cuaca ekstrim akan hadir dan menerpa, dan dunia di luar sedang bergolak.

Tentu kita tetap harus optimis bahwa kita akan bisa melewati itu semua. Asal kita berjalan dengan mata terbuka, bukan dengan ilusi yang dibuat-buat.

Kita pasti bisa, tapi syaratnya satu, serius. Mari kita serius mengurus bangsa ini. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Anies Rasyid Baswedan

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 komentar

  1. Wah ada berita ttg Anies nih. Mana kok si Aris Wijayantolol ODGJ alias si af alias si Anonim BabRun kok lambat nongol dan komen⁉️ Woiiii…kalian itu jadi buzzer kok malas²an sih⁉️ Kalau kalian malas²an, terus kapan bisa maju, pintar dan dapat cuan hasil dari nge- buzzer⁉️ Dasar TOLOL dan MALAS kalian itu‼️😂😜🤣

  2. BENCI Boleh, BODOH Jangan !!

    selain perang dengan senjata, ada perang yang lebih berbahaya, yaitu perang ekonomi dan perang propaganda.

    karena sudah terbukti bisa menghancurkan, memiskinkan dan memperbudak suatu negara selama 30 tahun kedepan.

    segala upaya swasembada dan kemandirian suatu bangsa, pasti akan mereka lawan, karena akan menghentikan impor, membuat produk mereka tidak laku dan otomatis juga membuat dolar tidak berguna dan jatuh.

    serangan propaganda dimulai dengan menaikkan isu² demokrasi dan isu² jelek lainnya, untuk menjatuhkan pemerintahan, misalnya film pesta babi dari LSM² peliharaan mereka dan juga narasi² dangkal dari anak² BEM yang sudah mereka peralat dan mereka brainwash dengan slogan² demokrasi dan cinta lingkungan.

    serangan ekonomi juga sudah dilancarkan. MSCI, the economist, dkk langsung beraksi mengkritik dan menurunkan rating bursa saham kita secara serentak, yang kemudian diikuti aksi lepas saham kroni² mereka, yang kemudian membuat investor lainnya ikut lari keluar ketakutan, sehingga rupiah pun berhasil dijatuhkan.

    di waktu yang sama, the Fed menaikkan suku bunga, sehingga uang² pun pergi dari Indonesia secara masif untuk masuk ke bank² Amerika yang bunganya tinggi.

    disaat situasi seperti ini, pemerintah sudah berusaha menahan harga tetap stabil, berusaha menjaga pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia, dan juga mengintervensi kenaikan dolar dengan bakar uang yang bisa mencapai 2T/hari.

    anehnya, saat negaranya diserang asing, lalu pemerintahnya berjuang keras untuk bertahan dalam menghadapi serangan-serangan ekonomi tersebut, justru ada 24+16% rakyatnya malah ikut menyerang pemerintahnya dan mendukung para penyerangnya.

    pemerintah kita banyak kekurangan dan kesalahan, tapi mereka ada di pihak kita untuk memperjuangkan kemenangan ekonomi kita.

    sedangkan IMF itu jelas-jelas musuh yang nyata, yang ingin menghancurkan ekonomi kita dan membuat kita terus-menerus bergantung pada produk² impor dan hutang luar negeri, tapi malah didukung dan mungkin dianggap sebagai pahlawan dan dewa penyelamat yang akan menyelamatkan kamu dari “kedzoliman” pemerintahmu sendiri.

    kan goblok.

    1. olivia sumargo itu bukannya pendukung prabowo ya? kok yg disalahin pendukung 01 dan 03? bahkan utk komen beginian sj di portal ini perlu menyembunyikan identitasnya … trus kita suruh percaya dg bualanmu gitu?

  3. kalo saat ini Presidennya Anies, disaat geopolitik dunia kacau akibat perang seperti ini, kamu yakin USD pasti turun dibawah 17ribu ?

    berani bersumpah dengan nama Allah dan bisa jelaskan bagaimana itu bisa terjadi?

    atau coba sekarang kalian datangi Anies dan tanya dia, di kondisi seperti ini, bagaimana cara dia untuk bisa menguatkan rupiah?

    1. Eh, GOBLOK, gak usah “kalo-kalo”,,,,,
      yg memerintah saat ini itu Wowo,,,
      dan Indonesia saat ini gak baik-baik saja di tangan Wowo,,,,,

      makanya yg dikritik itu ya Wowo, bukan Anies…..

      Kalo gak mau dikritik ya jangan berkuasa…

      GOBLOK lu……
      L.O.L

    2. Kalo Anies yg berkuasa,,,
      dia juga pasti banyak yg kritik,,,
      apapun kebijakan yg dia buat…
      salah satunya pasti dari elu, ya kan….!!!?
      L.O.L

  4. swasembada beras, dicaci
    ekspor pupuk, dicaci,
    ekspor listrik, dicaci.
    stop impor solar, dicaci
    stop impor LPG, dicaci
    bikin drone kamikaze, dicaci
    bikin rantis maung, dicaci
    hilirisasi nikel, dicaci
    dapat hibah kapal induk, dicaci
    bikin pabrik bus listrik, dicaci
    ojol potongan 8%, dicaci
    bangun kilang, dicaci
    BBM tidak naik, dicaci

    apakah kondisi kejiwaan netizen sehat setelah Anies kalah pilpres?

    Itu karena fanatik sama tokoh. Orang Indonesia masih kental guluw sama tokoh.

    mainnya protagonis – antagonis. Karena ada Gibran, Bahlil, dll di kubu Prabowo. Langsung Prabowo dianggap antagonis. Trus karena ada Anies yg katanya islami amanah santun cerdas, langsung diyakini protagonis

    1. PASTI, YAKIN 100% Dollar bakal turun

      karena Anies pinter, ga kaya presiden – wakil presiden elu yang tololnya bisa bikin orang nyaris GILA!!!!

      pantes dia jadi presiden, pemilihnya GA WARAS GINI!!!

    2. Anies aja saat ini dihargai dan dihormati di kalangan Internasional,,,
      buktinya sekarang dia diangkat sebagai salah satu Dewan Penasihat oleh Kerajaan Arab Saudi……

      Kalo Anies yg jadi Presiden tentu sentimen Positif dari kalangan Internasional akan turut mempengaruhi penguatan Rupiah terhadap Dollar, ya kan…!!?

      Elu mana bisa berpikir seperti itu, karena seperti yg lu bilang sendiri “mainnya protagonis – antagonis”, “fanatik sama tokoh (Wowo gemoy)”,,,
      Bagi lu “Wowo itu itu protagonis dan Anies itu antagonis”,,,
      gak peduli ekonomi Indonesia diambang kehancuran,
      lu tetep yakin “Wowo adalah Pahlawan, sang Juru Selamat”, dan “yg salah dan penjahatnya adalah Anies karena dia udah memberi nilai 11/100 kepada Wowo sang Juru Selamat”
      L.O.L

      GOBLOK lu…
      L.O.L

  5. Insya Allah sy percaya utk warga RT 26 dan RT 16 sdh cukup siap menghadapi segala kemungkinan terburuk krn mereka yg msh berfikir waras pasti akan mempersiapkan diri dg kondisi ekonomi negeri ini yg makin hari makin memburuk, apalagi mereka yg percaya Indonesia gelap. Yg kasihan itu warga RT 58, sudahlah bodoh, IQ rendah, senengnya ngemis2 sembako, tp masih juga terbuai dg retorika pidato pak ndas, bahkan membelanya habis2an … mirip bgt dg katak yg direbus di dalam air yg dingin … bahkan ketika nyawa sdh diujung tanduk pun mereka msh blm sadar …

  6. woi af rasis kembaran kesot…pemerintah dikritik karna ugal2an dan itu biasa aja di semua negara woi
    wah parah ni orang😂😂😂
    Wowo itu Abang lu ya? segitunya 🤭🤭

  7. asik…kalo pa Anies sdh speak up biasanya Wowo baru nyadar…
    kayak kejadian bencana sumatera pa Anies kesana , Wowo ga mau kalah ikut2an😂😂😂