PROJO dan PSI: Dua Muka Politik Jokowi

Projo yang mengangkat bola, PSI yang melakukan smash (smes). Kira-kira itulah yang terjadi saat ini terkait Ahmad Ali, Jokowi, dan Budi Arie Setiadi, terkait video yang beredar yang memprediksi Pemilu 2029 bisa saja dipercepat.

Publik terpantik tentu saja. Tapi apakah istana atau Presiden Prabowo juga ikut terpantik, ini yang kita tidak tahu? Publik terpantik wajar, karena isu penurunan di tengah jalan ini sudah lama beredar. Malah, sejak Presiden Prabowo belum dilantik Oktober 2024 lalu.

Meski sudah dibantah Budi Arie bahwa bukan dia yang menginginkan Presiden Prabowo turun, tapi analisanya terhadap gerak sejarah, patahan sejarah, dan insting keativisannya mengarah ke situ. Bukan dia, apalagi Pak Jokowi yang berada persis di sebelahnya.

Cantik sekali “permainan” ini. Tangan kanan dan tangan kiri saling pukul, tapi yang punya badan sama sekali tidak kena dan tetap saling dijaga. Siapakah badannya? Ya, yang berada di tengah-tengah itu. Yakni, Jokowi itu sendiri. Itu kira-kira dugaan saya.

Sebab, ini bukan yang pertama. Projo mengangkat bola, lalu PSI melakukan smes keras tanpa ampun. Saat Jokowi akan berkeliling (blusukan) se-Indonesia juga begitu. Seolah-olah Projo yang akan membawa Jokowi berkeliling. Tapi PSI langsung men-smes, bahwa PSI-lah yang akan mengiringi Jokowi blusukan se-Indonesia.

Lalu, apa yang terjadi? Tidak terjadi apa-apa. Semua berjalan seperti sediakala. Persis saat pergantian logo Projo juga seperti itu. Foto Jokowi hendak dicopot dari logo Projo. Tapi sebelumnya Projo, sudah sowan dulu ke rumah Jokowi di Solo. Fiks, ini lebih merupakan skenario ketimbang kecelakaan atau ambisi Budi Arie.

Kalau sekali dua kali masih bisa dimaklumi. Tapi kalau sudah tiga kali, bagaimana cara memakluminya? Apalagi, setelah dua kali sebelumnya, tak ada yang benar-benar terjadi. Semua berjalan seperti biasa dan lancar, malah semakin agresif.

Apalagi setelah pengakuan Jokowi di hadapan Kru Bocor Alus Politik Tempo, bahwa dia dan Presiden Prabowo memang sudah jarang, bahkan belakangan tidak pernah lagi berbicara dari hati ke hati (empat mata). Presiden sibuk, dia pun (Jokowi) kemudian juga merasa sibuk. Meski pensiunan, saya juga sibuk, kata Jokowi.

Ke depan dugaan saya, Projo dan PSI akan menjadi dua muka politik Jokowi sekaligus. Satu muka akan dipakai untuk kritis, bahkan keras terhadap istana (Presiden), yakni Projo. Satu muka lagi akan dipakai untuk bersahabat dan selalu mendukung istana, yakni PSI.

Bahkan, kedua muka itu, baik Projo maupun PSI, saling cakar pun, bagi Jokowi itu tak masalah. Justru di situlah seni berpolitiknya Jokowi. Keduanya akan dipakai sesuai dengan kebutuhan nantinya. Begitulah kira-kira.

(ERIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Dasar JANCUK (Jaringan ANak CUcu Keturunan) PKI‼️

    Kalau baca sejarah ttg PKI tak jauh berbeda dg yang dilakukan mereka.
    Ditambah antek-antek PKI buzzer amatiran maupun buzzeRp.
    Kalau buzzer amatiran nih diantaranya:

    TERBUKTI LAGI kalau ini Makhluk anggota gerombolan TerMul dan TerWo yang ber IQ dibawah anggota gerombolan TerMul dan TerWo lainnya:
    1. Enzot Fernandez pemain tarkam TERGOBLOK sedunia
    2. Judi Belingham ST, M.Si (Semakin Tolol, Makin Sinting)
    3. Lionel SukaONANI
    4. Anonim TerWo (Akal Nol, Otak miNim, Ternak GendruWO Wowo) alias Aris Wijayantolol ODGJ
    5. fresh hold

    Ngoahahaha…😝😂😜🤣

  2. peran wiwi sebagai dalang, tangan kanan projo, tangan kiri psi, yang bonyok wowo. lhoo kok bisa gitu…. itulah wowo se-lemah²nya politisi. bayangin…. 4 kali kalah dalam kontestasi, sekali menang disupport petahana dengan fasilitas negara yang plit-komplit plus ada deal politik aWok wokwok