Mantan komandan operasi “Pencegahan Agresi” dan komandan Divisi ke-44 Angkatan Darat Suriah dalam salah satu wawancara mengungkap peran Hamas dalam membantu para pejuang Suriah menggulingkan Rezim Assad.
“Para ahli militer dari gerakan Hamas Palestina melatih sejumlah besar pejuang Suriah dalam taktik tempur, perencanaan militer, dan penggalian terowongan; saya termasuk di antara mereka yang menerima pelatihan tersebut,” ujarnya.
Operasi “Pencegahan Agresi” (Deterrence of Aggression) adalah nama sandi dari ofensif militer besar-besaran yang diluncurkan oleh koalisi kelompok oposisi bersenjata Suriah pada 27 November 2024.
Operasi ini menjadi titik balik bersejarah karena berhasil menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad dalam waktu singkat, tepatnya hanya dalam 12 hari.
Operasi ini dipimpin oleh kelompok Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) yang dipimpin Ahmad Al-Sharaa (Abu Muhammad Al-Julani) di bawah payung koalisi “Komando Operasi Militer”, serta didukung oleh berbagai faksi oposisi lainnya.
[VIDEO]








bikin jugadong artikel bagaimana alshara menjelaskan peran iran dan irgcnya dalam kebiadaban penjajahan assad di suriah