Mantan juara UFC Khabib Nurmagomedov mengungkap alasan menolak laga tinju eksibisi senilai $100 juta (Rp 1,8 triliun) melawan Floyd Mayweather, salah satu petinju profesional terhebat sepanjang masa asal Amerika Serikat yang pensiun dengan rekor sempurna 50 kemenangan tanpa kalah (50-0).
Dalam sesi tanya jawab di New York, petarung tak terkalahkan asal Dagestan ini menjelaskan bahwa motivasi pertarungan tersebut murni karena faktor uang, sesuatu yang tidak sejalan dengan nilai-nilai hidupnya.
‘The Eagle’ menjelaskan bahwa tidak ada jumlah uang yang cukup untuk membuatnya menerima pertarungan tersebut, terutama karena nilai-nilai dan warisan yang ia kaitkan dengan sosok Mayweather.
Khabib mengungkapkan pandangannya secara terbuka:
“Ini adalah pertarungan demi uang, namun saya tidak akan pernah melakukannya karena saya menghormati sebuah warisan (legacy),” ujar Khabib.
“Jika Anda berbicara tentang Mayweather sebagai seorang pria, tidak ada orang yang ingin menjadi seperti dirinya. Lihatlah Muhammad Ali. Dia sudah tiada, namun dia menginspirasi miliaran orang, bukan hanya umat Muslim,” ungkap Khabib.
Maksud dari pernyataan Khabib Nurmagomedov tersebut adalah bentuk kritik tajam terhadap nilai moral, motivasi, dan legacy (warisan karier) dari petinju Floyd Mayweather.
Khabib membedakan nilai seorang atlet berdasarkan dua hal utama:
- Orientasi Uang vs. Warisan Nilai (Legacy): Menurut Khabib, Mayweather bertarung murni demi uang dan kekayaan (sesuai julukannya, “Money”). Sebaliknya, Khabib bertarung demi warisan prestasi dan kehormatan yang bisa menginspirasi orang lain. Bagi Khabib, karakter Mayweather yang berfokus pada materi tidak memberikan inspirasi positif bagi kehidupan orang lain.
- Karakter sebagai Manusia di Luar Arena: Ketika Khabib menyebut “sebagai seorang pria, tidak ada orang yang ingin menjadi seperti dirinya,” ia menilai bahwa di luar rekor tak terkalahkan di ring, kepribadian, gaya hidup pamer kekayaan, serta nilai-nilai moral yang ditunjukkan Mayweather bukanlah contoh yang baik untuk ditiru di kehidupan nyata.
- Perbandingan dengan Muhammad Ali: Untuk memperjelas maksudnya, Khabib membandingkan Mayweather dengan legenda tinju dunia, Muhammad Ali. Khabib menyebut Ali sebagai sosok yang menginspirasi miliaran orang di dunia karena prinsip hidup, perjuangan sosial, dan kepribadiannya, bukan sekadar karena uang.
Secara singkat, Khabib ingin menegaskan bahwa kekayaan melimpah dan status tidak terkalahkan di dunia olahraga tidak otomatis membuat seseorang menjadi sosok yang dihormati atau layak dijadikan panutan sebagai manusia.
Selain soal uang, alasan utama lain penolakan Khabib:
- Menjaga Janji kepada Ibunya: Selain faktor prinsip moral, alasan terbesar Khabib tetap bertahan pada keputusan pensiunnya adalah janji yang ia buat kepada sang ibu untuk tidak bertarung lagi setelah ayahnya, Abdulmanap Nurmagomedov, wafat.
- Menolak ‘Money Fight’: Khabib merasa tidak membutuhkan uang dalam jumlah masif tersebut karena gaya hidupnya yang sederhana dan berpegang teguh pada tradisi Dagestan.
- Menjaga Reputasi Karier: Banyak pihak menilai bahwa bertanding di ring tinju melawan Mayweather justru berisiko merusak rekor bersih dan warisan karier MMA miliknya yang sempurna (29-0).






