Thomas Carlyle adalah seorang pemikir dan sejarawan terkenal asal Skotlandia abad ke-19, yang dikenal sebagai salah satu pemikir Barat pertama yang secara terbuka membela Nabi Muhammad dan Islam di era modern.
Pada masa hidupnya (1795–1881), pandangan umum masyarakat Barat terhadap Islam masih dipenuhi dengan prasangka buruk dan stereotipe negatif.
Carlyle mendobrak stigma tersebut melalui rangkaian kuliahnya yang kemudian dibukukan dalam karya monumentalnya, On Heroes, Hero-Worship, and the Heroic in History yang diterbitkan pada tahun 1841.
“Betapa menakjubkan. Seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua dekade,” tulis Thomas Carlyle dalam bukunya.
Pembelaan Carlyle Terhadap Nabi Muhammad
Dalam bab khusus berjudul “The Hero as Prophet. Mahomet: Islam”, Carlyle menolak keras tuduhan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang penipu atau sosok yang menyebarkan agama demi ambisi pribadi. Berikut adalah poin-poin utama pembelaannya:
- Ketulusan yang Hakiki (Sincerity): Carlyle menegaskan bahwa seorang penipu tidak akan mungkin mendirikan sebuah agama besar yang bertahan berabad-abad dan dianut oleh jutaan orang. Bagi Carlyle, Nabi Muhammad memiliki jiwa yang sangat tulus (deep sincerity) dan benar-benar meyakini wahyu yang diterimanya.
- Membawa Cahaya di Tengah Kegelapan: Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Arab hidup dalam masa jahiliah yang penuh dengan penyembahan berhala dan moralitas yang runtuh. Carlyle menggambarkan Nabi Muhammad sebagai sosok “bagaikan bintang yang bersinar di malam yang gelap,” membawa cahaya tauhid dan hukum moral yang mengubah peradaban Arab menjadi bangsa yang bersatu, kuat, dan berbudaya.
- Karakter Alami dan Sederhana: Carlyle menyoroti kehidupan Nabi Muhammad yang jauh dari kemewahan, bahkan setelah beliau menjadi pemimpin Madinah. Beliau tetap memperbaiki alas kakinya sendiri dan hidup bersahaja, yang membuktikan bahwa fokus utamanya bukanlah kekuasaan duniawi.
Melalui pandangannya ini, Carlyle berhasil membuka mata dunia akademis Barat saat itu untuk melihat Islam dan Nabi Muhammad dengan kacamata yang lebih objektif dan penuh penghormatan.
On Heroes, Hero-Worship, and the Heroic in History adalah sebuah buku terkenal karya pemikir dan sejarawan asal Skotlandia, Thomas Carlyle, yang diterbitkan pada tahun 1841.
Buku ini merupakan kumpulan dari enam kuliah yang ia sampaikan pada tahun 1840. Gagasan utama dari karya ini memopulerkan “Great Man Theory” (Teori Orang Hebat), yang menyatakan bahwa sejarah dunia pada dasarnya adalah biografi dari para orang besar atau pahlawan yang pernah hidup di dunia.
Buku ini dibagi menjadi enam bab berdasarkan tipe-tipe pahlawan yang berkembang sepanjang sejarah:
1. Pahlawan sebagai Dewa (The Hero as Divinity)
Carlyle membahas bagaimana masyarakat kuno melihat pahlawan mereka sebagai perwujudan dewa karena kekaguman yang luar biasa. Contoh utama yang diambil adalah Odin dari mitologi Nordik.
2. Pahlawan sebagai Nabi (The Hero as Prophet)
Fokus utama bab ini adalah Nabi Muhammad SAW. Carlyle secara berani pada zamannya membela Nabi Muhammad dari tuduhan palsu masyarakat Barat saat itu. Ia memuji ketulusan (sincerity), kekuatan karakter, dan kemampuannya menyatukan suku-suku Arab menjadi peradaban yang besar.
3. Pahlawan sebagai Penyair (The Hero as Poet)
Pahlawan dalam bentuk ini adalah mereka yang menangkap kebenaran dunia melalui seni dan bahasa. Tokoh yang dibahas adalah:
- Dante Alighieri
- William Shakespeare
4. Pahlawan sebagai Pendeta (The Hero as Priest)
Mereka adalah para reformis agama yang berani melawan sistem yang korup demi menemukan kebenaran spiritual sejati. Tokoh utamanya meliputi:
- Martin Luther
- John Knox
5. Pahlawan sebagai Sastrawan (The Hero as Man of Letters)
Carlyle menganggap penulis dan pemikir modern sebagai pemandu jiwa masyarakat di era baru. Tokoh yang diangkat adalah:
- Samuel Johnson
- Jean-Jacques Rousseau
- Robert Burns
6. Pahlawan sebagai Raja/Pemimpin (The Hero as King)
Ini adalah tipe pahlawan tertinggi menurut Carlyle—mereka yang memimpin, mengatur, dan membentuk tatanan politik serta sosial fisik sebuah negara. Tokoh yang dibahas adalah:
- Oliver Cromwell
- Napoleon Bonaparte






