“Kematangan seseorang dalam sains adalah ketika dia menyadari bahwa sains itu masih jauh dari kata eksak, masih banyak keterbatasan di dalamnya, dan masih banyak dari alam semesta yang Allah ciptakan ini yang belum mampu untuk dia kuak misterinya dan keindahan di dalamnya.”
Beliau adalah salah satu contoh dari kecerdasan logika dan kecerdasan spiritual, dialah Ustadz Dr. Andy Octavian Latief, seorang peraih medali emas di olimpiade fisika internasional (iphO) di Singapura pada 2006.
Dr. Andy Octavian Latief, S.Si., M.Sc., Ph.D. (lahir 8 Oktober 1988) adalah seorang fisikawan, dosen, dan pengajar ilmu syar’i (ustadz) asal Indonesia. Saat ini, ia aktif sebagai dosen di Kelompok Keahlian Fisika Magnetik dan Fotonik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB.
Ia dikenal luas karena kombinasi prestasinya yang luar biasa di bidang sains dan dedikasinya yang mendalam dalam dakwah Islam.
Riwayat pendidikan beliau:
- Jenjang sarjana (S 1), sarjana sains (s.si.) dari departemen fisika, fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, Universitas Indonesia (UI) 2010.
- Jejang magister (S2), master of science (M.Sc.) di universitas maryland, colleg Park, amerika Serikat 2014.
- Jenjang doktoral (S 3), meraih gelar doktorat di skolah fisika dan astronomi, Universitas birmingham, inggris/britania raya (UK) 2018.
- Belajar Bahasa Arab di Tooba University.
- Mengambil Study S 1 Fakultas Syariah di Knowledge International University (Arab Saudi), dan mengambil S 2 jurusan usul fiqh di Islamic University of Minnesota.
Dari beliau kita blajar bahwa kita bisa mendalami sains tanpa harus meniadakan Tuhan yang telah menciptakan dari konsep sains tersebut, dan bisa menjadikan sains sebagai sebab yang membuat kita makin dekat dengan Tuhan.
Sungguh sombong orang yang menggunakan sains untuk menantang Tuhan dan meragukannya, seakan-akan mereka tahu segalanya secara mutlak, padahal sains dan fisika adalah karya seni yang paling indah dari Tuhan.
Dan semua yang belum terbukti oleh sains itu belum tentu tidak ada, apalagi perkara yang menyangkut Tuhan itu benar-benar berada di luar univers kita dan diluar jangkauan logika kita.






